Mengulik Sejarah Minuman Khas Natal Eggnog

Eggnog, minuman khas natal.(freepik)

ASIAWORLDVIEW – Eggnog adalah minuman populer selama Natal karena teksturnya yang kaya dan lembut. Selain itu, rasa yang hangat dan menenangkan, menjadikannya ideal untuk bulan-bulan musim dingin. Tradisi meminum eggnog saat Natal sudah ada sejak berabad-abad yang lalu.

Eggnog berasal dari Eropa, kemungkinan besar di Inggris, pada abad ke-17. Awalnya minuman yang dibuat dengan susu, telur, dan alkohol (seringkali brendi atau rum), disajikan sebagai minuman hangat dan kaya rasa untuk orang kaya. Seiring waktu, minuman ini menyebar ke koloni-koloni Amerika, di mana rum merupakan bahan yang lebih umum, dan dikaitkan dengan Natal dan perayaan lainnya.

Baca Juga: Tekanan Ciptakan Liburan Sempurna Jadi Penyebab Stres saat Natal

Eggnog sangat cocok dengan tema Natal yang hangat. Teksturnya yang kental dan kaya serta kombinasi rempah-rempah seperti kayu manis, pala, dan vanila membangkitkan rasa nyaman dan perayaan.

Di zaman modern, eggnog telah menjadi simbol musim liburan. Dimasukkannya ke dalam perayaan Natal sebagian besar didorong oleh tradisi, dan sering kali dinikmati sebagai suguhan selama pertemuan liburan, makan bersama keluarga, atau malam yang nyaman di rumah. Ini juga merupakan cara bagi orang untuk menikmati sesuatu yang istimewa yang tidak tersedia sepanjang tahun.

Meskipun eggnog tradisional mengandung alkohol, ada juga versi non-alkohol yang membuatnya dapat diakses oleh segala usia. Rasanya yang kaya dan manis tetap nikmat baik dibubuhi rum, wiski, atau brendi, atau dinikmati sebagai minuman ramah keluarga.