Pekerja di Indonesia Naik Gaji 6,3%, Tertinggi di ASEAN

Ilustrasi pekerja di Indonesia.(Unsplash.com)

ASIAWORLDVIEW – Pekerja di Indonesia diperkirakan akan mengalami kenaikan gaji sebesar 6,3 persen pada tahun 2025. Kenaikan yang melampaui proyeksi pertumbuhan gaji pada tahun 2024 di sebagian besar negara Asia Tenggara, kecuali Vietnam.

Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengumumkan kenaikan upah minimum sebesar 6,5% untuk tahun depan. Hal ini karena konsumsi di negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini melemah.

“Menteri Tenaga Kerja mengusulkan kenaikan upah minimum sebesar 6%. Namun, setelah mendiskusikannya dan mengadakan pertemuan dengan para pemimpin buruh, kami memutuskan untuk menaikkan rata-rata,” kata Prabowo dalam sebuah konferensi pers setelah rapat kabinet di Jakarta.

Baca Juga: Lebih dari 30 Tahun, Masyarakat Terkena Jebakan Kelas Menengah

Menurut Aon Global Risk Management Survey, kenaikan gaji di kawasan ini diperkirakan akan berkisar antara 4,4 persen di Singapura hingga 6,7 persen di Vietnam, dengan Filipina 5,8 persen, Malaysia 5,0 persen, dan Thailand 4,7 persen.

Proyeksi Aon ini dikeluarkan sebelum Presiden Prabowo Subianto mengumumkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 6,5% pada tahun 2025, yang disampaikan dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan di Jakarta pada hari Jumat.

Laporan tersebut, yang menganalisis data dari lebih dari 950 perusahaan di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam antara bulan Juli dan September 2024, menunjukkan bahwa aktivitas bisnis di Asia Tenggara kemungkinan akan stabil atau bahkan meningkatkan jumlah tenaga kerja di tahun-tahun mendatang.