YouTube Siap Geser TV Konvensional, Andalkan Strategi Campuran Long dan Short Video

ASIAWORLDVIEW – Di tengah tren global di mana banyak platform digital berlomba menghadirkan konten vertikal pendek, YouTube justru menegaskan strategi berbeda dengan mengandalkan pendekatan multiformat. kekuatan utama YouTube yang membedakannya dari pesaing seperti TikTok dan Instagram. Strategi ini bukan sekadar soal gaya konsumsi, melainkan memberikan fleksibilitas bagi kreator untuk menjangkau audiens luas sekaligus membangun kedalaman hubungan melalui storytelling panjang.

Country Director YouTube Indonesia, Veronica Utami, dalam Press Briefing YouTube Festival 2026 di Jakarta, Rabu (7/10/2026), menegaskan bahwa platformnya tetap mengandalkan pengembangan konten multiformat, baik horizontal maupun vertikal. Menurutnya, kombinasi format inilah yang menjadi pembeda utama YouTube dari pesaing seperti Instagram dan TikTok.

“Saya rasa pede dong, harus pede. Karena justru format mix ini yang menjadi pembeda YouTube dari platform yang lain,” tegas Veronica.

Kehadiran format campuran ini memungkinkan kreator memadukan video pendek vertikal (Shorts) dengan video berdurasi panjang horizontal (long-form) dalam satu ekosistem yang sama. ini bukan sekadar soal estetika atau preferensi konsumsi, melainkan strategi produk yang memberi fleksibilitas lebih besar bagi kreator untuk memaksimalkan jangkauan sekaligus membangun kedalaman hubungan dengan audiens.

Baca Juga: YouTube Festival 2026: Platform Video Kini Jadi Infrastruktur Budaya, Sosial, dan Ekonomi Digital

“Video long-form tetap memegang peranan krusial yang tidak bisa digantikan oleh video pendek semata. Format long-form memberikan ruang storytelling yang lebih mendalam, sehingga mampu membangun atensi serta tingkat kepercayaan (trust) yang tinggi dari penonton,” ia menambahkan.

Menurut laporan Google bersama Kantar di 2026 membuat 95 persen penonton Indonesia menempatkan YouTube sebagai platform yang paling dipercaya dibandingkan platform media sosial lainnya. YouTube dipercaya cenderung memiliki retensi lebih tinggi, waktu tonton lebih panjang, dan pada akhirnya monetisasi yang lebih stabil.

Dominasi YouTube untuk konten berdurasi panjang juga semakin diperkuat oleh tren pergeseran kebiasaan menonton masyarakat ke ruang keluarga. Data terbaru YouTube mencatat akses melalui perangkat Smart TV (Connected TV) pada 2026 mengalami peningkatan sebesar 30 persen dari tahun ke tahun.

Tren mengakses YouTube dari layar besar ini menjadikan platform tersebut bukan sekadar media sosial, tetapi mulai menggeser peran siaran TV tradisional sebagai layar utama (main screen) yang diakses di rumah tangga. Ini adalah pergeseran struktural: dari personal screen ke shared screen, dari konsumsi mobile ke living room, yang membuka peluang baru bagi kreator untuk menciptakan konten yang layak dinikmati bersama keluarga.

Strategi multiformat ini juga dirasakan langsung dampaknya oleh kreator konten Klara Tania. Kreator dengan 25,4 juta pengikut tersebut menjelaskan bahwa format vertikal seperti YouTube Shorts menjadi pintu masuk yang sangat efektif untuk menjangkau jutaan penonton baru secara cepat. Setelah tertarik, audiens tersebut diarahkan untuk menonton konten long-form guna membangun keterikatan emosional dan komunitas yang loyal.

“Jadi aku pernah live stream ya awalnya yang nonton gak terlalu banyak. Tapi karena aku juga arahin juga dari Shorts, ‘nih yang mau nonton kemarin aku live stream, nonton dari sini’ eh ternyata jadi lumayan nambah gitu,” kata Klara yang dikenal sebagai kreator pengulas mainan kekinian itu.

Pengalaman Klara memperlihatkan bahwa funnel konten di YouTube bekerja secara berlapis: Shorts sebagai discovery engine, live streaming sebagai engagement engine, dan long-form sebagai trust engine. Dalam ekosistem yang semakin matang, kreator tidak lagi harus memilih satu format; mereka bisa mengorkestrasi ketiganya untuk membangun audiens yang besar sekaligus loyal.

One thought on “YouTube Siap Geser TV Konvensional, Andalkan Strategi Campuran Long dan Short Video”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *