SHIB Kehilangan 2.470 Holder, Apa Langkah Berikutnya?

Shiba Inu

ASIAWORLDVIEW – Harga Shiba Inu atau SHIB tengah menghadapi tekanan setelah jumlah dompet yang menyimpan token ini dilaporkan turun sekitar 2.470 alamat dalam periode 27–28 Oktober 2026. Namun, jumlah dompet bukanlah angka pasti jumlah investor: satu orang dapat mengendalikan beberapa alamat, sementara satu dompet dapat menyimpan aset bagi banyak pihak.

Data yang dikutip dalam laporan menunjukkan jumlah dompet SHIB kemudian kembali meningkat menjadi sekitar 1.696.148. Karena itu, penurunan tersebut menjadi sinyal yang perlu diperhatikan, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan bahwa investor secara keseluruhan meninggalkan SHIB, mengutip Coinglass, Sabtu (31/10/2026).

Dari sisi teknikal, laporan pada 31 Oktober 2026 mencatat SHIB diperdagangkan di sekitar US$0,000004763, di bawah EMA 20 hari pada US$0,000005006 dan EMA 50 hari pada US$0,000005172. Posisi harga di bawah kedua indikator rata-rata tersebut menunjukkan tekanan jual jangka pendek dan menengah masih perlu diwaspadai. Angka EMA bukan jaminan arah harga, tetapi dapat membantu pelaku pasar menilai tren dan area yang mungkin menjadi hambatan ketika harga mencoba pulih.

Baca Juga: Lonjakan Burn Rate Shiba Inu Hingga 530% Dorong Harga Naik

Level yang disebut dalam analisis tersebut menempatkan US$0,000004802 sebagai resistansi terdekat dan US$0,000004398 sebagai area dukungan langsung. Jika SHIB mampu menembus dan bertahan di atas resistansi, tekanan bearish berpotensi mereda. Sebaliknya, penutupan harian di bawah dukungan dapat membuka peluang pelemahan menuju sekitar US$0,000004006.

Skenario tersebut merupakan pembacaan teknikal, bukan kepastian atau target harga yang dijamin terjadi. Laporan itu juga menyebut SHIB berada di bawah kanal kenaikan yang sebelumnya terbentuk, sehingga pemulihan perlu dikonfirmasi oleh pergerakan harga dan volume.

Aktivitas pasar derivatif turut memberi konteks. Data yang dikutip untuk 31 Oktober menunjukkan likuidasi SHIB dalam 24 jam sekitar US$46.140, dengan posisi short mencakup kira-kira 89% dari total tersebut. Likuidasi dapat terjadi ketika pergerakan harga memaksa posisi berleverage ditutup, sehingga angka ini menggambarkan tekanan pada sejumlah trader, bukan ukuran langsung minat seluruh investor terhadap SHIB. Perubahan likuidasi maupun jumlah dompet sebaiknya dibaca bersama volume perdagangan, kondisi pasar kripto secara luas, serta perkembangan harga di area dukungan dan resistansi.

Jadi, prospek SHIB masih bergantung pada kemampuannya mempertahankan dukungan sekitar US$0,000004398 dan menghadapi resistansi di sekitar US$0,000004802. Jumlah dompet yang kembali bertambah dapat menjadi tanda aktivitas jaringan belum sepenuhnya surut, tetapi belum cukup untuk memastikan pembalikan tren—terutama ketika harga masih berada di bawah EMA 20 dan 50 hari. Investor sebaiknya memperlakukan level-level tersebut sebagai acuan pemantauan, bukan kepastian prediksi, serta mempertimbangkan volatilitas tinggi dan risiko kehilangan modal sebelum mengambil keputusan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *