Sberbank Prediksi Perdagangan Kripto Rusia Meroket USD87 Miliar

Suasana Ibu Kota Rusia, Moskow.

ASIAWORLDVIEW – Bank terbesar di Rusia memperkirakan perdagangan kripto akan melonjak begitu peraturan baru mengenai aset digital di negara tersebut mulai berlaku. Negara yang dipimpin Vladimir Putin tersebut sedang bersiap untuk menerima Ethereum serta USDT dari Tether sebagai jaminan pinjaman.

Wakil Ketua Sberbank, Anatoly Popov, mengatakan kepada kantor berita negara TASS bahwa volume perdagangan kripto di Rusia dapat mencapai 4 triliun rubel, atau sekitar USD46,43 miliar, pada tahun pertama. Angkanya diperkirakan naik menjadi sekitar 7,5 triliun rubel, atau sekitar USD87 miliar, pada tahun 2029.

Popov menggambarkan proyeksi tersebut sebagai perkiraan yang konservatif. Ia mencatat bahwa sebagian besar transaksi akan terus mengalir melalui layanan pertukaran kripto yang melewati perdagangan bursa formal.

Baca Juga: Kerangka Regulasi Baru Rusia Dorong Pinjaman Kripto Sberbank

Namun pasar tidak akan sepenuhnya matang dalam waktu satu tahun. Hal itu karena para pelaku profesional memiliki waktu hingga 1 Juli 2027 untuk memperoleh lisensi. Popov juga memaparkan rencana untuk memperluas pinjaman yang dijamin aset kripto di Sberbank.

“Kami berencana menerima tidak hanya Bitcoin, tetapi juga Ethereum dan stablecoin Tether sebagai jaminan,” katanya kepada TASS, sambil menambahkan bahwa perluasan tersebut baru akan dilakukan setelah bank sentral mengizinkan aset-aset tersebut untuk beredar di publik.

Bank tersebut menyatakan telah mempersiapkan diri sejak dini untuk perubahan peraturan ini dan sudah memiliki pengalaman langsung dengan aset digital. Apalagi setelah menjalankan uji coba pinjaman yang dijamin Bitcoin bersama perusahaan penambangan Intelion pada Desember 2025.

Pernyataan ini muncul seiring berlakunya kerangka kerja kripto Rusia pada 1 September. Pada awal Agustus, Presiden Vladimir Putin menandatangani undang-undang yang menetapkan aturan untuk perdagangan kripto, penyimpanan, dan pembayaran lintas batas, sambil tetap mempertahankan larangan penggunaan kripto untuk membayar barang dan jasa di dalam negeri.

Bank Rusia kemudian menerbitkan draf daftar aset yang memenuhi syarat untuk diperdagangkan secara publik, yang dipilih berdasarkan kapitalisasi pasar, volume perdagangan, dan riwayat harga setidaknya selama lima tahun. Hanya Bitcoin, Ethereum, dan USDT yang lolos seleksi, sementara token seperti XRP tidak termasuk.

Dorongan pemberian pinjaman ini mencerminkan permintaan yang jelas dalam lingkungan suku bunga tinggi, di mana suku bunga acuan Rusia berada di level 14%. Seorang penambang kripto, misalnya, yang menjual koinnya akan kehilangan potensi kenaikan harga, sementara menjaminkan koin tersebut untuk mendapatkan kredit memungkinkan eksposur tersebut tetap terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *