ASIAWORLDVIEW – Bank Sentral Rusia menegaskan bahwa pembatasan dompet kripto self-custody tidak berlaku untuk pembayaran lintas batas. Wakil Gubernur Pertama Vladimir Chistyukhin menjelaskan bahwa pengecualian ini ditujukan untuk transaksi penyelesaian perdagangan luar negeri, sementara penggunaan kripto untuk transaksi domestik akan berada di bawah aturan lebih ketat dan melibatkan perantara berlisensi. Pembedaan tersebut penting bagi kegiatan impor dan ekspor: perusahaan dapat menggunakan aset digital untuk pembayaran internasional, tetapi transaksi di dalam Rusia akan mengikuti kerangka kepatuhan yang berbeda.
Dompet self-custody memungkinkan pemilik menyimpan aset dan mengendalikan sendiri private key, tanpa menyerahkan pengelolaan kepada bursa atau kustodian. Menurut penjelasan dalam laporan, kepemilikan aset yang sudah berada di dompet pribadi tidak serta-merta dilarang. Aset juga dapat dipindahkan dari platform kustodian asing yang teregulasi ke depository digital Rusia, lalu diteruskan ke dompet pribadi, mengutip kantor berita TASS, Kamis (29/10/2026).
Namun, kemampuan memindahkan aset itu tidak berarti seluruh transaksi domestik bebas dilakukan; transfer dalam negeri tetap dapat terkena pembatasan yang berlaku. Aturan Rusia berupaya membedakan akses individu untuk menyimpan aset dari aktivitas perdagangan domestik yang diawasi.
Baca Juga: Harga Pi Coin Melemah di Tengah Koreksi Pasar Kripto, Waspadai Level Krusial Ini
Kerangka besar pengaturan tersebut bertumpu pada Undang-Undang Federal No. 282-FZ, yang mulai berlaku pada 1 September 2026. Aturan ini membentuk sistem perdagangan dan penyimpanan aset kripto melalui pelaku yang diatur. Dalam masa transisi, individu masih dapat melakukan transaksi peer-to-peer (P2P), tetapi pembatasan lebih lanjut atas transaksi langsung antarindividu dijadwalkan berlaku mulai 1 Juli 2027.
Investor ritel yang tidak berstatus berkualifikasi juga menghadapi batas pembelian sebesar 300.000 rubel per tahun melalui satu perantara. Selain itu, perlu menjalani penilaian yang diwajibkan sebelum memperdagangkan aset yang memenuhi kriteria pada platform berlisensi. Investor berkualifikasi dapat tunduk pada ketentuan pembelian yang berbeda.
Di sisi pengawasan industri, Bank Rusia mendaftarkan National Association of Securities Market Participants (NAUFOR) sebagai organisasi swa-regulasi atau SRO. Organisasi ini akan membantu menetapkan standar industri dan mendukung kepatuhan para anggotanya, sedangkan kewenangan pengaturan tetap berada pada Bank Rusia. Laporan menyebutkan bahwa daftar bursa yang terdaftar telah mencakup 23 peserta, sementara daftar depository digital berisi delapan organisasi. Skema ini menempatkan pelaku pasar di bawah mekanisme standar dan pengawasan yang lebih formal, seiring pemerintah Rusia membangun jalur perdagangan kripto melalui penyedia dan platform yang memenuhi persyaratan.
Langkah tersebut juga sejalan dengan rencana pengembangan layanan kripto oleh lembaga keuangan besar. Sberbank telah disetujui sebagai penyedia layanan bursa kripto di bawah rezim lisensi baru dan berencana menyiapkan produk atau infrastruktur kripto pada Desember 2026.
