ASIAWORLDVIEW – Di tengah derasnya arus kehidupan kota yang sering kali mengabaikan kelestarian alam, Prudential Indonesia hadir dengan langkah nyata yang menyentuh tiga aspek sekaligus, lingkungan, kesehatan, dan ketahanan finansial. Program River Clean-Up di kawasan Sungai Ciliwung, Depok, perusahaan asuransi jiwa terkemuka ini memperkuat komitmennya dalam membangun masyarakat yang lebih sehat dan berdaya.
Program ini bukan sekadar aksi bersih-bersih sungai biasa. Ini menjadi sebuah pendekatan holistik yang melibatkan karyawan, tenaga pemasar, serta bekerja sama dengan Langit Biru Pertiwi, Yayasan Ciliwung Lestari, Veritas Edukasi Lingkungan (VEL), dan para pelajar dalam serangkaian kegiatan yang mencakup aksi bersih sungai, edukasi lingkungan, pengelolaan sampah, kesehatan, serta literasi keuangan.
Karin Zulkarnaen, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, menyampaikan, “Lingkungan yang sehat merupakan salah satu fondasi bagi masyarakat yang sehat dan berdaya. Karena itu, upaya menjaga lingkungan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kesadaran akan kesehatan dan kemampuan seseorang dalam mempersiapkan masa depan finansialnya.”
Tantangan dalam memulihkan ekosistem Sungai Ciliwung memang masih terbilang besar dan membutuhkan kolaborasi berkelanjutan dari berbagai pihak. Data Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) per Agustus 2025 mencatat bahwa 87,09% pencemar Ciliwung bersumber dari limbah domestik, disusul limbah peternakan (4,91%), sampah (4,58%), limbah industri (3,37%), dan pertanian (0,05%). Tumpukan sampah tersebut tidak hanya memicu efek bendung yang memperparah risiko banjir.
Rekan-rekan PRUVolunteers—yang terdiri dari karyawan dan tenaga pemasar Prudential Indonesia—bekerja sama dengan Langit Biru Pertiwi dan Yayasan Ciliwung Lestari turun langsung membersihkan bantaran Sungai Ciliwung. Tidak berhenti di situ, mereka juga memberikan sesi edukasi pengelolaan sampah, kesehatan, dan literasi finansial bersama Veritas Edukasi Lingkungan (VEL) untuk 50 pelajar SMPN 34 Depok.
“Melalui program River Clean-Up di Sungai Ciliwung, Prudential Indonesia ingin meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah sekaligus mendorong perilaku hidup bersih dan sehat. Kami percaya perlindungan yang bermakna harus hadir secara holistik, mulai dari menjaga kelestarian alam, memelihara kesehatan fisik, hingga memperkuat ketahanan finansial. Kolaborasi aksi nyata ini kami harapkan dapat memberi dampak positif jangka panjang bagi generasi muda dan warga sekitar,” ia menambahkan.
Baca Juga: CiLung Fest 2026, Sulap Sampah Plastik Jadi Perahu Kreatif
Sampah yang menumpuk juga membawa ancaman kesehatan nyata bagi warga sekitar melalui potensi penularan penyakit seperti diare, infeksi kulit, hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Di sinilah Prudential Indonesia melihat peluang untuk bertindak: bukan hanya membersihkan sungai, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang keterkaitan antara lingkungan yang bersih, kesehatan tubuh, dan kesejahteraan finansial.
Dari aksi ini, para relawan berhasil mengumpulkan, memilah, dan menimbang lebih dari 361 kilogram sampah, yang didominasi oleh sampah tekstil, styrofoam, karet, plastik bernilai tinggi, dan plastik bernilai rendah—untuk kemudian dikelola secara bertanggung jawab. Angka ini bukan sekadar statistik; ia adalah cerminan dari kerja keras, kepedulian, dan semangat kolektif yang mampu mengubah sesuatu yang tadinya terabaikan menjadi sumber pembelajaran dan harapan.
Benedict Wermter atau yang dikenal sebagai “Bule Sampah”, pegiat edukasi lingkungan sekaligus Founder VEL, menyampaikan pesan yang menyentuh mengenai kegiatan ini. Ia berharap, bisa terus melakukannya.
Masyarakat Indonesia sudah memiliki kesadaran terhadap permasalahan sampah, tetapi kita masih perlu terus belajar mengenai solusi yang dapat dilakukan. Hal terpenting dari kegiatan River Clean-Up ini adalah kesempatan untuk berkumpul dan belajar bersama, baik dengan karyawan dan tenaga pemasar Prudential Indonesia, maupun para siswa.
“Perubahan dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, dan mengurangi sampah dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap setiap orang dapat mulai mengubah kebiasaannya, bahkan mulai besok hari, dan mengajak orang lain untuk melakukan perubahan yang sama,” ia mengatakan
