ASIAWORLDVIEW – Aktivitas pendakian di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Nusa Tenggara Barat, resmi dibuka kembali secara terbatas. Kepastian ini ditegaskan langsung oleh pihak Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, menindaklanjuti arahan dari Kementerian Kehutanan melalui Surat Edaran Nomor SE.4/KSDAE/SKSDAE/KSA.02.02/08/2026 tentang penutupan dan pembatasan sementara wisata pendakian gunung untuk mencegah kebakaran hutan.
Namun, perlu diingat bahwa pembukaan ini bukanlah “kembali normal” seperti sedia kala. Mengingat Indonesia masih berada di puncak musim kemarau yang kering dan rawan api, pihak pengelola menerapkan kontrol yang jauh lebih ketat demi menjaga keselamatan bersama serta kelestarian alam Rinjani.
Pembukaan terbatas ini tetap mengizinkan berbagai aktivitas mulai dari pendakian wisata, ritual adat, kegiatan keagamaan dan budaya, kegiatan sosial, hingga penelitian. Namun, semua pengunjung wajib mematuhi standar keamanan yang sudah ditingkatkan.
Baca Juga: Status Darurat Karhutla Gunung Bromo, Ancaman Ekologi dan Wisata
Bayangkan, petugas akan lebih gencar melakukan patroli, pemeriksaan akses masuk diperketat. setiap barang bawaan akan diperiksa lebih saksama untuk memastikan tidak ada benda atau alat yang berpotensi memicu kebakaran.
Pihak pengelola menegaskan bahwa larangan penggunaan api secara sembarangan tetap berlaku mutlak. Tidak ada lagi alasan untuk menyalakan api unggun di tengah dinginnya malam Rinjani, karena risikonya terlalu besar.
Tim pengelola juga telah memperkuat persiapan penanganan kebakaran hutan dan lahan dengan berkoordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan terkait. Keputusan untuk pembukaan tahap selanjutnya nantinya akan terus dievaluasi secara berkala, tergantung pada tingkat risiko kebakaran, kondisi musim kemarau, dan perkembangan situasi di lapangan.
Bagi para pendaki yang sudah tidak sabar menjejakkan kaki kembali di jalur Sembalun atau Senaru, pesan dari otoritas sangat jelas: Nikmati keindahan Rinjani, tetapi jadilah pelancong yang bertanggung jawab. Hindari tindakan ceroboh yang bisa memicu kebakaran, dan pastikan Anda tidak meninggalkan satu pun barang yang bisa menyulut api—bahkan puntung rokok atau sampah berbahan kaca yang dapat memantulkan sinar matahari sekalipun. Dengan disiplin dan kesadaran kolektif, kita bisa terus menikmati pesona Rinjan
