ASIAWORLDVIEW – Pemerintah menargetkan nilai transaksi pada Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 mencapai Rp40 triliun (USD2,1 miliar), naik sekitar 10 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp36,4 triliun. Target ini mencerminkan optimisme pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, khususnya sektor e-commerce yang terus berkembang pesat. Harbolnas, yang telah menjadi agenda tahunan sejak 2012, kini bukan hanya sekadar pesta belanja daring, tetapi juga simbol transformasi gaya konsumsi masyarakat yang semakin bergeser ke platform digital.
“Target tahun ini ditetapkan meningkat setidaknya 10 persen, menjadi Rp40 triliun (USD2,1 miliar),” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada pembukaan acara Kick-off Road to Harbolnas 2026 di Jakarta.
Promosi besar-besaran dari marketplace, serta meningkatnya penetrasi internet dan metode pembayaran digital, Harbolnas diharapkan mampu mendorong daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem perdagangan elektronik nasional.
Baca Juga: Di IRSE 2026, Menko Airlangga Sebut Pembayaran Digital Jadi Kunci Transformasi Perdagangan Nasional
“Acara tahun ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya pada kuartal keempat tahun 2026. Harbolnas sebagai peluang untuk merangsang aktivitas ekonomi pada kuartal keempat, dengan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar enam persen pada Q4 2026 sebagai batu loncatan untuk mencapai tingkat pertumbuhan yang sama pada tahun 2027,” ia menambahkan.
Ia menyatakan bahwa perkembangan ekonomi digital Indonesia terus menunjukkan potensi besar, mencapai sekitar USD100 miliar tahun lalu, di mana negara ini juga menjadi pasar utama untuk perdagangan berbasis video. Jumlah penjual online sekitar 800.000, namun transaksi perdagangan berbasis video telah meningkat hampir 90 persen, mencapai 2,6 miliar transaksi.
Pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan konsumen melalui perlindungan transaksi digital dan pengawasan terhadap praktik curang. Jika target Rp40 triliun tercapai, Harbolnas 2026 akan menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan Indonesia menuju ekonomi digital yang lebih inklusif dan berdaya saing global.
