Pemerintah Jamin BBM Subsidi Tetap Stabil di Tengah Kenaikan Harga Minyak Global

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung

ASIAWORLDVIEW – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa harga bahan bakar bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar akan tetap stabil hingga akhir tahun 2026. Kondisi ini dipertahankan meski harga minyak dunia melonjak ke level USD107 per barel.

“Mengenai Pertalite, sebagaimana disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, kami akan mempertahankan harga saat ini hingga akhir tahun,” kata Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung.

Ia menyampaikan bahwa kebijakan ini diambil untuk melindungi masyarakat dari dampak langsung kenaikan harga energi global. Penyesuaian harga hanya akan berlaku bagi bahan bakar non-subsidi yang mengikuti rata-rata harga minyak dunia setiap bulan.

“Tidak akan ada kenaikan harga untuk Pertalite maupun bahan bakar bersubsidi lainnya,” tambahnya.

Baca Juga: ESDM Percepat Eksplorasi Migas, Genjot Produksi Dalam Negeri

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, sembari mempercepat eksplorasi dan pengembangan ladang minyak dan gas dalam negeri untuk mencapai target produksi satu juta barel per hari pada 2029–2030. Dengan demikian, jaminan harga BBM bersubsidi tetap terjaga di tengah gejolak geopolitik dan fluktuasi pasar energi internasional.

Namun, Ia mencatat bahwa harga bahan bakar non-subsidi akan disesuaikan sesuai dengan harga pasar. Penyesuaian tersebut akan didasarkan pada harga minyak global rata-rata selama periode satu bulan.

“Kami akan memantau perkiraan harga rata-rata selama sebulan dan menentukan penyesuaian yang sesuai,” jelasnya.

Jaminan dari pemerintah ini diberikan sebagai tanggapan atas melonjaknya harga minyak mentah global yang dipicu oleh eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Untuk mengatasi kondisi ini dan memitigasi dampak ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung, wakil menteri tersebut mengatakan bahwa pemerintah akan mempercepat eksplorasi dan pengembangan minyak dan gas dalam negeri.

Pemerintah telah memetakan beberapa ladang minyak dan gas dengan kapasitas produksi potensial sebesar 2.500 hingga 3.000 barel per hari. Pengembangan ladang-ladang ini akan dipercepat sepanjang tahun 2027 dan 2028. Percepatan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah yang lebih luas untuk mencapai target ambisiusnya memproduksi satu juta barel minyak per hari pada tahun 2029–2030, sebuah tonggak penting dalam upayanya mencapai kemandirian energi nasional.

“Kami akan mempercepat eksplorasi dan pengembangan pada tahun 2027 dan 2028 agar target satu juta barel tersebut dapat tercapai,” pungkasnya.

Infografis BBM Subsidi Dibatasi
Infografis BBM Subsidi Dibatasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *