OpenAI dan Anthropic, Musuh Bebuyutan yang Kini Bersatu Demi Regulasi AI

Open AI

ASIAWORLDVIEW – Di tengah persaingan sengit memperebutkan pasar Artifical Intellgence atau AI komersial, dua rival terbesar di industri—OpenAI dan Anthropic—menunjukkan bahwa ancaman regulasi yang tidak adil mampu menyatukan mereka. Menurut laporan dari The Information, kedua perusahaan AI terdepan ini secara diam-diam membentuk front persatuan di Washington untuk melobi pemerintahan Trump menjelang tenggat waktu 1 Agustus 2026, di mana aturan main bagi masa depan industri AI akan ditentukan.

Motif di balik kolaborasi ini sangat pragmatis. OpenAI dan Anthropic khawatir bahwa aturan yang akan dirumuskan pemerintahan Trump justru hanya akan membebani dua perusahaan yang saat ini paling maju dalam pengembangan AI, sementara kompetitor seperti Meta dan xAI milik Elon Musk bisa melaju tanpa hambatan. Dengan kata lain, mereka tidak ingin regulasi berubah menjadi “senjata” yang melambatkan inovasi mereka sendiri.

Tuntutan utama mereka kepada pemerintah adalah, jangan hanya mengincar kami. Terapkan aturan yang sama untuk semua pemain industri, berdasarkan kemampuan model—bukan berdasarkan nama perusahaan.

Secara spesifik, OpenAI dan Anthropic mendorong pemerintah untuk menerapkan proses evaluasi yang konsisten bagi model AI canggih dengan kemampuan signifikan di bidang keamanan siber atau keamanan nasional.

Baca Juga: Hadapi Krisis Digital, Indonesia Catat Serangan Siber Tertinggi di Asia Tenggara

Di bawah kerangka yang diusulkan, model AI yang memenuhi ambang batas “covered frontier models” dapat diajukan untuk evaluasi pemerintah sukarela setidaknya 30 hari sebelum diluncurkan. Proses ini akan berlaku di seluruh industri dan mencakup pesaing seperti Meta dan xAI.

Kerangka regulasi ini berakar pada Executive Order 14409 yang ditandatangani Presiden Donald Trump pada 2 Juni 2026. Perintah tersebut mengarahkan lembaga federal seperti NSA, CISA, dan Departemen Keuangan untuk menentukan kapan sebuah model AI memiliki kemampuan yang cukup kuat untuk memerlukan evaluasi tambahan.

Tenggat waktu 1 Agustus 2026 menjadi krusial karena hingga saat ini, pemerintah belum secara resmi menetapkan ambang batas teknis yang akan memicu proses evaluasi, metode pengujian, atau lembaga mana yang akan melakukan pengujian. Ketidakjelasan inilah yang membuat para pelaku industri, terutama dua pemimpin pasar, berlomba mempengaruhi arah kebijakan.

Perlu dicatat, meskipun kerangka ini bersifat sukarela, banyak perusahaan AI khawatir pemerintah masih bisa menggunakan instrumen lain. Misalnya, pembatasan ekspor untuk memaksa kepatuhan. Hal ini terbukti ketika pemerintah AS sebelumnya menerapkan pembatasan ekspor pada model Fable 5 dan Mythos 5 milik Anthropic, yang memaksa perusahaan menghentikan akses ke kedua model tersebut untuk sementara.

OpenAI dan Anthropic dilaporkan telah memperingatkan regulator di Washington tentang risiko yang terkait dengan model open-source China. Mereka mengkhawatirkan bahwa model open-weight China mungkin telah dikembangkan menggunakan hasil dari model mereka sendiri, menimbulkan masalah perlindungan kekayaan intelektual, privasi data, dan risiko keamanan siber.

Laporan menyebutkan bahwa Anthropic secara khusus mengirimkan surat kepada anggota Kongres AS yang memperingatkan tentang praktik “distilasi” yang dilakukan oleh perusahaan AI China, di mana Moonshot AI (pengembang Kimi K3) dituduh mengembangkan model mereka dengan menyerang model frontier AS. Bahkan pemerintah AS sendiri telah menuding Moonshot AI melakukan “distilasi” terhadap model Fable milik Anthropic untuk mengembangkan model K3 miliknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *