OJK: Program Rekening Massal Strategis untuk Literasi Keuangan

OJK

ASIAWORLDVIEW – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa program pembukaan rekening bank secara massal yang diluncurkan pemerintah memiliki nilai strategis. Salah satunya, untuk mempertahankan literasi keuangan, meskipun tingkat kepemilikan rekening di Indonesia sudah tinggi dan terus meningkat.

Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan bahwa kepemilikan rekening bank formal di kalangan kaum muda mulai usia 17 tahun berfungsi sebagai titik masuk yang penting untuk menumbuhkan kebiasaan menabung yang aman dan melakukan berbagai transaksi keuangan sejak dini.

“OJK menyambut baik dan mendukung prinsip dasar program pemerintah untuk membuka rekening bank secara massal bagi masyarakat, terutama kaum muda yang baru berusia 17 tahun, serta penerima bantuan sosial,” katanya, mengutip Antara, Sabtu (12/9/2026).

Baca Juga: Program Rekening Bank Massal WNI 17 Tahun Mulai Oktober 2026

Ia menambahkan bahwa langkah tersebut sejalan dengan agenda nasional untuk memperluas inklusi keuangan dan memastikan bantuan sosial disalurkan secara efektif, efisien, transparan, dan akurat melalui pencairan langsung ke rekening.

“Pembukaan rekening tidak boleh mengabaikan prinsip-prinsip perbankan yang prudent, di mana bank tetap diwajibkan untuk melaksanakan prosedur kenali nasabah (KYC) sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ia juga mengingatkan.

Proses ini juga dapat dioptimalkan melalui integrasi digital yang aman dan tervalidasi. Hal itu dilakukan dengan data kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) serta kartu identitas elektronik (e-KTP).

“Koordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia (BI), OJK, dan industri perbankan diperlukan untuk menyusun pedoman teknis dan kerangka regulasi agar implementasi berjalan lancar tanpa menimbulkan hambatan bagi industri perbankan,” tambahnya.

Berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), jumlah rekening tabungan mencapai 701,48 juta per Juli 2026, naik 8,9 persen secara year-to-date. Secara tahunan, angka tersebut naik sekitar 10,10 persen dari 637,15 juta rekening pada periode yang sama tahun lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *