ASIAWORLDVIEW – Metaplanet, perusahaan treasury Bitcoin asal Jepang, melaporkan penambahan bersih 1.000 BTC pada kuartal III 2026. Total kepemilikannya mencapai 44.000 BTC atau setara sekitar USD3,8 miliar per 30 September. Pencapaian ini tidak lepas dari manuver jual-beli kembali yang dirancang untuk menunjukkan likuiditas sekaligus memperkuat profil kredit perusahaan.
Metaplanet menjual 10.000 BTC dengan nilai sekitar USD789,2 juta, atau rata-rata USD78.925 per koin, sebelum kemudian membeli 11.000 BTC senilai USD948,7 juta dengan harga rata-rata USD86.246 per koin. Perusahaan sempat menahan hasil penjualan dalam bentuk kas untuk membuktikan bahwa pihaknya mampu menutup kewajiban utang berbunga yang belum jatuh tempo.
Namun utang tersebut tidak benar-benar dilunasi lalu membeli kembali Bitcoin pada harga yang lebih tinggi. Dengan demikian, total kepemilikan Metaplanet memiliki basis biaya sekitar USD4,33 miliar, atau rata-rata USD98.454 per BTC. Angka ini berada di atas nilai pasar kepemilikan saat ini, yang secara implisit menunjukkan posisi belum terealisasi di bawah biaya perolehan dan menyoroti risiko strategi akumulasi agresif ketika harga Bitcoin berfluktuasi.
Baca Juga: Bitcoin Sentuh USD86.950, Dekati Level Tertinggi
CEO Metaplanet, Simon Gerovich, menegaskan bahwa langkah tersebut mencerminkan ambisi perusahaan yang lebih luas daripada sekadar menimbun Bitcoin.
“Tujuan kami adalah membangun perusahaan keuangan Bitcoin terkemuka di Asia,” ujarnya.
Untuk mendukung visi itu, Metaplanet memperkenalkan Net Interest Income Strategy, sebuah strategi yang menargetkan investasi terutama pada sekuritas preferen yang diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan treasury Bitcoin. Perusahaan berencana mengalokasikan sekitar 10% hingga 15% dari total aset ke instrumen tersebut, dengan tujuan memperoleh imbal hasil di atas biaya pendanaan, sehingga dapat melayani kewajiban dan mendukung pembelian Bitcoin lebih lanjut. Strategi ini pada dasarnya mendekati model carry trade korporasi: mencari spread antara pendapatan aset dan biaya utang, sembari tetap mempertahankan eksposur terhadap Bitcoin sebagai aset inti.
Namun, lini bisnis Bitcoin Income Generation berbasis opsi mencatat kinerja yang melemah. Pendapatan kuartal III 2026 tercatat sekitar USD5,4 juta, turun 51% dibandingkan kuartal II dan 65% secara year-on-year. Meski demikian, pendapatan sembilan bulan pertama tahun ini mencapai sekitar USD35,2 juta, menandai delapan kuartal berturut-turut perusahaan menghasilkan pendapatan dari lini tersebut.
Kombinasi antara akumulasi Bitcoin yang agresif, manuver likuiditas yang mahal, dan pendapatan opsi yang menurun menunjukkan bahwa Metaplanet sedang menguji batas antara strategi treasury yang inovatif dan manajemen risiko yang prudent. Pasar akan mencermati apakah model “perusahaan keuangan Bitcoin” ala Metaplanet mampu bertahan ketika harga aset acuan bergerak di bawah biaya perolehan, sementara kewajiban dan biaya pendanaan tetap harus dilayani.
