ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin (BTC) bergerak menguat, Senin (5/10/2026), dan kembali mendekati level tertinggi delapan bulan. Kondisi ini ditopang oleh meredanya tekanan makroekonomi Amerika Serikat setelah data ketenagakerjaan yang jauh lebih lemah dari perkiraan. Data dari Tokocrypto mencatat BTC diperdagangkan di sekitar USD86.724,45, setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah di USD84.769,56.
Faktor dominan yang mendorong penguatan Bitcoin hari ini adalah rilis laporan ketenagakerjaan AS (Nonfarm Payrolls) untuk September 2026 yang menunjukkan ekonomi hanya menambah 29.000 pekerjaan. Angkanya jauh di bawah ekspektasi ekonom yang memperkirakan 84.000 hingga 90.000. Tingkat pengangguran juga naik menjadi 4,2%.
Data ini secara langsung mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed: probabilitas kenaikan suku bunga pada Oktober turun drastis dari sekitar 66% di awal pekan menjadi hanya 22% pada Jumat sore. Penurunan ekspektasi ini melemahkan dolar AS dan menurunkan imbal hasil obligasi pemerintah AS—yield US Treasury tenor 10 tahun turun dua basis poin menjadi 5,25%, meskipun masih mendekati level tertinggi sejak 2002. Bitcoin sebagai aset berisiko tinggi (high-beta risk asset) merespons positif, seiring dengan penguatan Nasdaq 100 yang mencetak rekor penutupan tertinggi dan MSCI Asia Pasifik yang naik 1%.
Baca Juga: Bitcoin Melonjak di Tengah Tingkat Pengangguran AS
Bitcoin masih menghadapi hambatan teknikal yang signifikan di sekitar USD87.000–USD87.400. Level ini telah menjadi resistance kunci yang berulang kali menahan kenaikan harga—setidaknya dua kali dalam sepekan terakhir, termasuk pada Rabu sebelumnya ketika BTC melonjak ke USD85.50 setelah data inflasi yang lebih lembut, tetapi gagal mempertahankan momentum.
Analis dari QCP Capital melihat USD87.400 sebagai resistance berikutnya. Jika harga berhasil menembus level ini secara meyakinkan, maka US$90.000** akan menjadi target berikutnya.
Kenaikan harga yang cepat memicu gelombang likuidasi besar-besaran di pasar derivatif, dengan posisi short (jual) menjadi korban utama. Data dari Coinglass menunjukkan total likuidasi mencapai USD128,7 juta dalam 24 jam terakhir. Short liquidation menyumbang USD103,7 juta—sekitar 80% dari total. Sementara long liquidation hanya USD24,97 juta.
Likuidasi Bitcoin saja mencapai US$51,99 juta, dengan 41.624 trader mengalami likuidasi dan likuidasi tunggal terbesar terjadi pada kontrak ETH/USDT di Binance senilai USD5,63 juta. Data ini menunjukkan bahwa banyak trader yang bertaruh pada penurunan harga harus menyerah saat BTC menembus **US$86.000, dan rasio Long/Short serta open interest menunjukkan bahwa pasar derivatif sedang dalam proses pembersihan posisi spekulatif—sebuah kondisi yang secara historis dapat memperkuat fondasi untuk kenaikan berkelanjutan.

