Industri Kripto di Indonesia Masuki Fase Matang, Bukan Lagi Sekadar Euforia

Deretan koin kripto dan Shiba Inu

ASIAWORLDVIEW – Industri aset kripto sedang memasuki fase yang lebih matang, bukan lagi sekadar pasar yang digerakkan oleh euforia jangka pendek. Dalam sebuah fireside session bertajuk “Crypto for Beginners: Exploring the Future of Finance” di BINUS Crypto Week 2026, Founder Crypstock Andy Lynn dan CEO & Founder FLOQ Yudhono Rawis membahas perkembangan regulasi, produk investasi institusional, serta tokenisasi aset tradisional sebagai faktor yang membuat industri ini berbeda dari periode-periode sebelumnya.

“Kapitalisasi pasar kripto global masih relatif kecil jika dibandingkan dengan pasar aset tradisional seperti saham global, sehingga secara teoretis masih ada ruang pertumbuhan,” jelasnya.

Namun, ia menekankan bahwa fase berikutnya kemungkinan tidak akan sama dengan siklus sebelumnya. Hal itu karena industri sudah semakin matang.

Baca Juga: Pergantian Menteri Keuangan Berdampak Pada Arah Baru Industri Kripto di Indonesia?

“Regulasi disebut sebagai salah satu faktor penting yang dapat mendorong pertumbuhan ke depan, terutama dengan hadirnya produk seperti spot crypto ETF, berkembangnya penggunaan aset digital untuk pembayaran, serta kemungkinan semakin luasnya instrumen investasi berbasis kripto. Hal ini menunjukkan bahwa aset digital mulai masuk lebih dalam ke sistem keuangan konvensional, meskipun prosesnya tidak serta-merta menghilangkan risiko dan volatilitas yang melekat pada pasar ini,” ia menambahkan.

Ia juga menyoroti tokenisasi sebagai perkembangan yang berpotensi mempertemukan dunia aset tradisional dengan teknologi blockchain. Pasar tradisional akan tetap tumbuh, tetapi teknologi blockchain membuka cara baru dalam hal bagaimana aset diterbitkan, diperdagangkan, dan diakses oleh investor.

Ia menambahkan bahwa mereka yang ingin bertahan di industri aset digital perlu memiliki perspektif jangka panjang, atau “stay for the long game”. Hal itu karena banyak hal sedang dibangun dan dampaknya mungkin baru terlihat dalam beberapa tahun ke depan.

“Masa depan kripto bukan lagi sekadar soal “get rich quick”. Peluang tetap ada, tetapi mungkin tidak akan semasif atau sesederhana siklus sebelumnya. Karena itu, investor perlu lebih memahami fundamental, teknologi, regulasi, dan bagaimana industri ini berkembang dalam jangka panjang,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *