ASIAWORLDVIEW – HUAWEI kembali menghadirkan kejutan di pasar audio Tanah Air. Secara resmi, pabrikan asal Tiongkok itu meluncurkan perangkat true wireless stereo (TWS) terbaru mereka, Huawei FreeClip 2 S, di Indonesia. Bukan sekadar earbuds biasa, FreeClip 2 S mengusung desain clip-on unik yang menyerupai anting-anting, menjadikannya bukan hanya alat dengar, tetapi juga aksesori fashion yang stylish. Peluncuran ini berlangsung di Jakarta, langsung menarik perhatian para pecinta gadget dan audiophile di Tanah Air.
HUAWEI FreeClip 2 S resmi tersedia di Indonesia mulai hari ini, Senin (31/8/2026), dengan harga Rp3.499.000. Perangkat ini dapat dibeli melalui kanal penjualan resmi, baik secara daring (online) melalui situs resmi Huawei dan e-commerce mitra, maupun luring (offline) di gerai-gerai.
Keunikan utama FreeClip 2 S terletak pada pendekatan desainnya yang benar-benar berbeda dari TWS pada umumnya. Alih-alih mengandalkan silikon yang masuk ke liang telinga, FreeClip 2 S menggunakan desain C-bridge yang menjepit daun telinga dengan lembut.
Senior Retail Manager Huawei Device Indonesia, Edy Supartono, menyatakan bahwa desain ini sengaja dibuat senyaman mungkin untuk penggunaan jangka panjang. Material silikon pada C-bridge diklaim 25 persen lebih lembut dibandingkan generasi sebelumnya, sehingga tetap nyaman meskipun dipakai berjam-jam.
“Dengan bobot masing-masing earbud hanya 5,1 gram, pengguna hampir tidak merasakan keberadaannya di telinga, cocok untuk aktivitas sehari-hari, olahraga, atau sekadar bersantai,” ia mengatakan.
Baca Juga: Senjata Utama HUAWEI Pura 90s Pro Max, Telefoto 200MP
Namun, yang paling mencuri perhatian adalah charging case-nya. HUAWEI mendesain kotak penyimpanan ini berbentuk bulat menyerupai mutiara dengan warna Deepsea Blue yang elegan—satu-satunya pilihan warna yang tersedia. Ruang penyimpanan di dalam case ini diklaim 20 persen lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya.
Dari sektor audio, HUAWEI tidak main-main. FreeClip 2 S dibekali dual-diaphragm driver berukuran 10,8 mm dengan rentang respons frekuensi 20 Hz hingga 20 kHz. Huawei mengklaim teknologi ini mampu menghasilkan volume hingga dua kali lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya, sekaligus meningkatkan performa pada frekuensi rendah (bass) yang lebih dalam dan bertenaga.
Fitur unggulan lainnya adalah Unlimited Spatial Audio, yang mampu mengikuti pergerakan kepala pengguna secara dinamis. Saat Anda menoleh ke kiri atau kanan, sumber suara akan terasa bergerak mengikuti, menciptakan pengalaman mendengarkan yang imersif layaknya berada di ruang teater pribadi. Tak hanya itu, FreeClip 2 S juga dilengkapi tiga tingkat volume adaptif serta teknologi peningkatan suara adaptif yang secara otomatis menyesuaikan kualitas audio di lingkungan ramai, sehingga suara tetap jernih meskipun di tengah keramaian.
HUAWEI FreeClip 2 S mengandalkan tiga mikrofon yang dipadukan dengan algoritma Deep Neural Network (DNN) multikanal untuk meredam suara bising di sekitar secara efektif. Hasilnya, suara Anda tetap terdengar jelas oleh lawan bicara, bahkan saat berada di jalan raya atau kafe yang ramai.
Untuk daya tahan, setiap earbud FreeClip 2 S dibekali baterai 60 mAh yang diklaim mampu bertahan hingga 9 jam untuk pemutaran musik secara terus-menerus. Sementara itu, charging case berkapasitas 537 mAh dapat memberikan total waktu penggunaan hingga 38 jam sebelum perlu diisi ulang. Angka ini sangat mengesankan, terutama mengingat bobot earbud yang super ringan.
TWS ini dapat terhubung dengan berbagai perangkat, baik itu Huawei, Android, maupun iOS, melalui aplikasi Huawei Audio Connect. Perangkat ini juga dilengkapi fitur pintar yang dapat mengenali sisi kiri dan kanan earbuds secara otomatis, sehingga pengguna tidak perlu repot memastikan posisi masing-masing earbud saat akan digunakan.
“HUAWEI FreeClip 2 S juga hadir dengan sertifikasi IP57, yang berarti perangkat ini tahan terhadap debu dan percikan air—termasuk keringat saat berolahraga dan tetesan air hujan. Ini menjadikannya teman setia bagi pengguna dengan gaya hidup aktif yang tidak ingin khawatir dengan kerusakan akibat kelembaban,” ia menambahkan.
