Hitachi Vantara Jadi Fondasi Inovasi Data: Infrastruktur Tangguh di Era AI

ASIAWORLDVIEW – Hitachi Vantara, yang mengusung tagline “The Data Foundation for Innovation” fondasi transformasi digital di era Artificial Intelligence (AI). Ternyata terdapat prasyarat infrastruktur harus dipenuhi agar pertumbuhan tersebut berkelanjutan.

“Mengelola infrastruktur data yang kompleks adalah mimpi buruk bagi tim IT. Prioritas ini menekankan kebutuhan akan solusi yang terintegrasi dan mudah dikelola. Hitachi Vantara berfokus pada penyederhanaan lingkungan data untuk memungkinkan perusahaan beradaptasi dengan cepat,” sebut Sony Chahyadi, Enterprise Solutions Consultant Lead, Hitachi Vantara Indonesia dalam acara media gathering, Rabu (9/9/2026).

Di era di mana data adalah aset paling berharga, keamanan dan perlindungan data adalah fondasi yang tidak bisa ditawar. Prioritas ini memastikan bahwa inovasi tidak mengorbankan keamanan.

“AI, terutama untuk inferensi real-time, menuntut performa tinggi dengan latensi rendah. Prioritas ini adalah tentang menyediakan infrastruktur penyimpanan dan komputasi berperforma tinggi yang dapat diandalkan,” ia menambahkan.

Baca Juga: Era Ledakan Data dan Adopsi AI, Infrastruktur Harus Tangguh dan Skalabel

Hitachi Vantara menjawab pertanyaan fenomena data gravity merujuk pada kondisi ketika volume data yang sangat besar menjadi sulit dan mahal untuk dipindahkan dari satu sistem ke sistem lain. Semakin besar kumpulan data, semakin kuat “tarikan” yang dimilikinya terhadap aplikasi, layanan, dan sistem yang bergantung pada data tersebut.

Akibatnya, data cenderung “menetap” di lokasi tertentu, dan perusahaan lebih memilih membawa aplikasi atau analitik mendekati data daripada memindahkan data ke tempat lain. Hal ini berdampak pada strategi infrastruktur digital: organisasi harus mempertimbangkan biaya, latensi, serta kompleksitas teknis dalam mengelola data berskala besar, sehingga data gravity menjadi faktor penting dalam desain arsitektur cloud, pusat data, maupun ekosistem teknologi modern.

“Prioritas ini menyoroti perlunya arsitektur yang membawa komputasi mendekati data, bukan sebaliknya. Hitachi Vantara menjawab tantangan ini melalui kolaborasi dengan NVIDIA untuk menciptakan solusi AI-ready yang mengoptimalkan akses data,” ia menjelaskan.

Ketika AI digunakan untuk aplikasi bisnis inti, keandalan menjadi sangat penting. Infrastruktur harus 100% andal untuk mencegah kegagalan yang dapat melumpuhkan operasi. Hitachi Vantara, dengan pengalaman lebih dari 60 tahun di belakang layar, menjanjikan keandalan kelas enterprise.

“Solusi infrastruktur harus efisien secara biaya. Ini mencakup efisiensi energi (misalnya, solusi yang mengurangi konsumsi daya hingga 66%) dan optimalisasi sumber daya untuk memberikan laba atas investasi (ROI) terbaik,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *