ASIAWORLDVIEW – Harga Dogecoin (DOGE) naik 1,23%. Aset digital ini diperdagangkan di level USD0,070. Kenaikan ini terjadi setelah ETF DOGE mencatat arus keluar bulanan pertamanya sejak mulai diperdagangkan pada November 2025.
Data dari SoSoValue menunjukkan bahwa ETF Dogecoin mengalami arus keluar sebesar USD525.980 pada Juli 2026. Ini menandai pertama kalinya ETF tersebut mencatat arus keluar sejak mulai diperdagangkan pada November 2025 setelah mendapatkan persetujuan regulasi dari SEC.
ETF Dogecoin kini memiliki total aset bersih sebesar USD9,96 juta, dengan total arus masuk kumulatif mencapai USD12 juta.
ETF Dogecoin Grayscale adalah yang terbesar dengan aset bersih sebesar USD6,83 juta, dan merupakan satu-satunya yang mencatat arus masuk pada Juli 2026. Dogecoin juga merupakan satu-satunya ETF lain, selain Hyperliquid (HYPE), yang mencatat arus keluar bersih pada Juli 2026. ETF DOGE hanya mencatat arus masuk pada satu hari di bulan Juli 2025.
Baca Juga: Era Memecoin Meredup, Kapitalisasi DOGE-SHIB Turun ke USD13,27 Miliar
Grafik mingguan harga Dogecoin menunjukkan terbentuknya death cross, di mana SMA 50 minggu bergerak di bawah SMA 200 minggu. Pola ini biasanya menandakan bahwa pihak penjual (bear) semakin menguat dan harga Dogecoin berpotensi turun.
Garis MACD yang berada di zona negatif juga mendukung prediksi harga Dogecoin yang bearish dalam jangka panjang.
Harga Dogecoin berpotensi turun ke level terendah Oktober 2023 di USD0,056 jika ditutup di bawah level support USD0,070. Penurunan ini berpotensi dipicu oleh aksi jual panik, mengingat ini adalah pertama kalinya harga Dogecoin membentuk “death cross” pada grafik mingguan.
Penurunan ke level USD0,056 juga dapat terjadi akibat meningkatnya tekanan jual seiring memanasnya ketegangan geopolitik setelah Presiden Trump mengancam akan melancarkan “serangan yang sangat keras” terhadap Iran. Data dari Coinglass menunjukkan bahwa open interest (OI) Dogecoin telah meningkat sebesar 0,06% menjadi USD1,08 miliar.
