ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin (BTC) mengalami rebound signifikan dan berhasil merebut kembali level psikologis US$80.000 pada Kamis (5/11/2026). Kondisi ini terjadi setelah sebelumnya sempat terpuruk ke kisaran US$75.600 di tengah ketidakpastian politik Amerika Serikat.
Data dari CoinMarketCap menunjukkan BTC diperdagangkan di sekitar US$80.567 pada pagi hari, melonjak 5,26% dalam 24 jam terakhir. Faktor dominan yang mendorong lonjakan Bitcoin hari ini adalah kepastian hasil pemilu sela (midterm election) AS, di mana Partai Demokrat diproyeksikan memenangkan kedua kamar Kongres.
Meskipun kemenangan Demokrat secara teori menghadirkan ketidakpastian baru terkait regulasi kripto—terutama karena RUU Clarity yang sudah tersendat di Senat akan semakin sulit disahkan—pasar justru merespons positif karena hasil tersebut sesuai dengan ekspektasi dan mengurangi ketidakpastian politik yang selama ini membebani aset berisiko.
Selain itu, harapan akan meredanya ketegangan antara AS dan Iran turut menurunkan harga minyak mentah dan imbal hasil obligasi pemerintah AS, memberikan dukungan tambahan bagi aset berisiko seperti Bitcoin. Indeks saham AS juga mencatat penguatan signifikan, dengan Dow Jones naik 3,03%, S&P 500 naik 1,58%, dan Nasdaq naik 1,44%.
Baca Juga: Binance Hadapi Dugaan Peretasan Terbesar di Industri Kripto, Sekitar US$3 Miliar Dibekukan
Perbaikan sentimen pasar tercermin dari Indeks Fear & Greed Kripto yang naik ke level 50 dari sebelumnya 34—kembali ke zona netral setelah sempat berada di wilayah ketakutan . Kenaikan ini menunjukkan bahwa meskipun pasar masih hati-hati, tekanan jual yang panik mulai mereda.
Namun, penting untuk dicatat bahwa arus dana ETF Bitcoin spot masih mencatat net outflow sekitar US$116 juta pada 3 November, menandai hari ketiga berturut-turut penarikan dana . Ini berarti bahwa meskipun harga naik, permintaan institusional melalui ETF belum sepenuhnya pulih, dan kenaikan harga saat ini sebagian didorong oleh penutupan posisi short (short covering) daripada aliran dana baru yang berkelanjutan.
Kenaikan harga yang cepat memicu gelombang likuidasi besar-besaran di pasar derivatif, dengan posisi short (jual) menjadi korban utama. Data dari KuCoin menunjukkan total likuidasi kripto mencapai sekitar US$950 juta dalam 24 jam, dengan sekitar US$560 juta di antaranya adalah posisi short. Ini menandakan bahwa banyak trader yang bertaruh pada penurunan harga harus menyerah saat BTC menembus level US$80.000, dan short squeeze ini turut mempercepat laju kenaikan harga.

