ASIAWORLDVIEW – Festival Jajanan Bango (FJB) 2026 tidak hanya menjadi ajang kuliner semata, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor kuliner. Kegiatan ini juga berpengaruh terhadap perekonomian.
“FGB 2026 ini saya mengharapkan menjadi pemantik, menjadi awal untuk mengembangkan UMKM terutama kuliner menjadi lebih berkembang lagi. Dan ujung-ujungnya multipliernya adalah UMKM-nya meningkat, penghasilnya meningkat, dan tentu kesehatannya akan lebih meningkat,” ujar Dr. Juremi, ST, ME, Kepala Bidang Usaha Kecil dan Menengah Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta di Jakarta, Sabtu (24/10/2026).
Pengembangan UMKM terlihat dari pertumbuhan jumlah usaha. Selain itu, peningkatan kesejahteraan para pelakunya secara menyeluruh—dari pendapatan yang lebih baik hingga akses terhadap layanan kesehatan yang memadai. Festival ini juga menjadi ruang untuk mengembangkan budaya kuliner.
Baca Juga: Festival Jajanan Bango 2026: Menjembatani Warisan Rasa Nusantara dengan Selera Generasi Muda
“Karena memang kita sangat kaya, tiap daerah punya kuliner-kuliner yang sangat berbeda,” tambahnya.
Keragaman ini bukan hanya aset budaya, tetapi juga potensi ekonomi yang belum sepenuhnya tergarap. Setiap daerah memiliki kekhasan rasa yang dapat menjadi daya tarik wisata, sumber pendapatan, dan identitas lokal yang memperkuat posisi Indonesia di peta kuliner dunia.
“Jujur kami tidak ingin panjang lebar, jadi pesan kami adalah bahwa mari kita kolaborasi, mari kita gali lagi kuliner Nusantara untuk lebih bisa kita nikmati, menjadi sebuah ekosistem berkelanjutan, ekonomi yang mampu menopang dan memberikan multiplier efek yang baik kepada bangsa ini,” pungkasnya.
Diperlukan sinergi lintas sektor—dari produsen bahan baku, pelaku usaha kuliner, platform digital, hingga lembaga pembiayaan—agar ekosistem yang tercipta benar-benar berkelanjutan dan memberikan dampak yang luas.
“Terima kasih sekali lagi kepada PD Unilever, dan tentu kita harapkan kolaborasi, sinergi, terus kita kembangkan antara private sector dengan pemerintah,” tutupnya.
