ASIAWORLDVIEW – Otoritas kejahatan siber India telah memerintahkan GitHub untuk menghapus tiga repositori Bitchat, aplikasi pesan Bluetooth mesh sumber terbuka milik Jack Dorsey. Hal itu karena para demonstran mahasiswa NEET 2026 menggunakannya untuk tetap terhubung selama pemadaman internet di New Delhi. Dorsey secara terbuka mengungkap pemberitahuan pemerintah tersebut pada 24 Juli 2026, sekaligus mengkritik langkah tersebut secara langsung di X.
Pusat Koordinasi Kejahatan Siber India (I4C), yang berada di bawah Kementerian Dalam Negeri, mengeluarkan Pemberitahuan No. 11072601011432 pada 23 Juli 2026.
Pemberitahuan tersebut mengacu pada Pasal 79(3)(b) Undang-Undang Teknologi Informasi 2000, yang dibaca bersama dengan Peraturan 3(1)(d) Peraturan Teknologi Informasi 2021. GitHub diberi batas waktu tiga jam untuk menghapus repositori tersebut.
Akses internet seluler telah dihentikan dalam radius 1,5 km di sekitar Jantar Mantar dan sebagian wilayah Connaught Place di Delhi Pusat. Para demonstran, yang telah berkemah sejak Juni untuk memprotes kecurangan dalam ujian, beralih ke Bitchat tepat saat jaringan-jaringan tersebut mati.
Baca Juga: Wamen Nezar Patria: Ikuti Jejak India, Indonesia Harus Masuk Rantai Pasok AI
Arsitektur mesh Bluetooth Low Energy (BLE) aplikasi ini memungkinkan ponsel meneruskan pesan secara bertahap (hop-by-hop) tanpa memerlukan internet, jaringan seluler, nomor telepon, maupun server pusat. I4C berargumen bahwa konfigurasi ini “secara signifikan menghambat penyadapan yang sah, penelusuran asal-usul, dan penyelidikan.”
Dorsey memposting tangkapan layar pemberitahuan resmi tersebut di X pada pagi hari tanggal 24 Juli, dengan menyatakan bahwa “pemerintah India tidak menyukai teknologi seperti Bitchat dan ingin aplikasi tersebut ditutup.”
Pernyataan tersebut sejalan dengan alasan utama Dorsey terkait fokus Block pada Bitcoin, yaitu keyakinannya yang telah lama dipegang bahwa infrastruktur yang tahan sensor dan tanpa izin harus berada di luar jangkauan pemerintah mana pun.
Internet Freedom Foundation (IFF) segera merespons dengan mengecam perintah tersebut sebagai tindakan yang bertentangan dengan konstitusi. IFF berpendapat bahwa pemberitahuan tersebut menyalahgunakan Pasal 79 Undang-Undang Teknologi Informasi (IT Act), yang bukanlah kewenangan pemblokiran berdasarkan preseden Mahkamah Agung dalam kasus Shreya Singhal.
IFF juga menyatakan bahwa perintah tersebut gagal mengidentifikasi konten ilegal spesifik apa pun dan memiliki alasan yang berputar-putar.
IFF juga menyoroti kenyataan praktis: menghapus repositori GitHub tidak akan menghapus aplikasi yang sudah diunduh. Jaringan mesh Bluetooth tetap berfungsi secara offline, di luar kemampuan pemerintah mana pun untuk mematikan sistem dengan satu tombol.
Bank Sentral India (RBI) secara konsisten condong ke arah pembatasan kripto meskipun ada 39 juta pedagang kripto di India, dan tindakan keras terhadap Bitchat sejalan dengan filosofi tata kelola yang sama: mengendalikan infrastruktur yang memungkinkan koordinasi otonom dan tidak terpantau.
