Dampak Longsor Nagano, 390 Wisatawan Terisolasi di Surga Tersembunyi Jepang

Resor di Jepang terbengkalai pasca tanah longsosr pada awal Agustus 2026

ASIAWORLDVIEW – Jepang mengalami bencana alam yang mengguncang industri pariwisata. Sabtu malam (8/8/2026) yang seharusnya tenang di Prefektur Nagano, Jepang tengah, berubah menjadi mencekam. Hujan deras yang mengguyur kawasan Azumino—dengan curah hujan mencapai 50 milimeter dalam satu jam—memicu tanah longsor yang memutuskan akses menuju Nakabusa Onsen, sebuah resor pemandian air panas bersejarah yang telah berdiri selama lebih dari 200 tahun.

Longsor tersebut tidak hanya menutup jalan, tetapi juga menyapu habis jembatan penghubung utama antara resor pegunungan yang berada di ketinggian 1.462 meter di atas permukaan laut itu dengan pusat kota Azumino. Akibatnya, sekitar 390 orang—yang terdiri dari tamu hotel dan para pendaki yang menginap di pondok gunung—terjebak dan tidak bisa keluar.

Nakabusa Onsen sendiri bukanlah sekadar pemandian biasa. Terkenal dengan air panas alaminya yang menyejukkan, resor ini juga merupakan titik awal pendakian populer menuju Pegunungan Alpen Utara Jepang, menjadikannya destinasi favorit bagi para pecinta alam dan petualang.

Baca Juga: DNA Sejati Ramen Berasal dari Kuahnya, Asli dari Jepang

Untungnya, tidak ada laporan korban jiwa akibat longsor ini. Tim penyelamat dan pemerintah Prefektur Nagano bergerak cepat dengan mendirikan jembatan darurat pada hari Minggu (9/8). Jembatan ini memungkinkan seluruh 390 orang yang terisolasi untuk dievakuasi dengan selamat dari lokasi kejadian.

Peristiwa ini terjadi di tengah ganasnya Topan Dolphin yang saat itu tengah menerjang wilayah selatan Jepang. Meskipun pusat badai berada di Okinawa—di mana topan ini melukai enam orang dan memutus aliran listrik ke puluhan ribu bangunan—dampak cuaca ekstremnya turut dirasakan hingga ke wilayah Nagano, memicu hujan lebat yang menjadi pemicu utama longsor.

Meski telah dievakuasi, kejadian ini menjadi pengingat akan kekuatan alam yang tak terduga. Bahkan di tempat yang selama ini dikenal sebagai surga tersembunyi bagi para pelancong dan pendaki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *