ASIAWORLDVIEW – Saham Circle melonjak ke level USD68,18 pada Senin (10/8/2026), menjelang rilis laporan CPI penting. Alhasil memperpanjang tren pemulihannya belakangan ini.
Harga Bitcoin juga naik melampaui usd65.000 seiring para investor meninjau kembali ekspektasi suku bunga. Pekan ini, kedua aset tersebut mungkin akan mengalami volatilitas lebih lanjut karena ekspektasi terhadap Federal Reserve sangat dipengaruhi oleh data inflasi, ketenagakerjaan, belanja, dan sentimen pasar.
Para ekonom memperkirakan inflasi umum akan melambat menjadi 3,4% per tahun, yang berpotensi mendukung ekspektasi penurunan suku bunga.
Angka yang lebih rendah ini mungkin akan meningkatkan permintaan terhadap aset berisiko, seperti saham Circle dan Bitcoin. Namun, inflasi yang lebih tinggi dapat menurunkan ekspektasi pemotongan suku bunga dan mengangkat kembali isu pengetatan kebijakan Federal Reserve.
Baca Juga: Circle Luncurkan USDC Asli, Dorong DeFi di X Layer
Laporan inflasi ini menyusul data ketenagakerjaan yang lebih lemah yang memicu kekhawatiran mengenai kesehatan pasar tenaga kerja AS.
Tingkat pengangguran berada di 4,1% karena AS kehilangan 23.000 pekerjaan di sektor non-pertanian pada bulan Juli. Pihak berwenang merevisi kenaikan lapangan kerja bulan Mei sebesar -66.000 pekerjaan dan bulan Juni sebesar -37.000.
Dua perkiraan sebelumnya menunjukkan adanya pemangkasan 103.000 pekerjaan yang dihapuskan dalam revisi tersebut. Sementara itu, upah rata-rata per jam naik sebesar 3,2% per tahun, yang menunjukkan bahwa tekanan upah masih ada.
Data penjualan rumah bekas akan dirilis pada hari Selasa dan akan memberikan penilaian lain mengenai permintaan perumahan. Angka yang rendah mungkin mengindikasikan bahwa biaya pinjaman yang tinggi tetap menjadi kendala bagi operasional di pasar properti.
Rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) pada hari Rabu merupakan acara kripto terpenting yang perlu diperhatikan, karena inflasi akan berdampak kuat terhadap keputusan Federal Reserve.
