BPS Catat Kunjungan Wisatawan Asing dan Lokal Meningkat

Wisatawan asing tengah berkunjung ke Bali.(Unsplash.com)

ASIAWORLDVIEW – Sektor pariwisata Indonesia menunjukkan performa positif pada paruh pertama tahun 2026. Jumlah kedatangan wisatawan asing meningkat. Selain itu, perjalanan domestik semakin ramai, dan belanja wisatawan ikut bertumbuh, mencerminkan kontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi nasional.

Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor ini tetap tangguh meskipun menghadapi tantangan ekonomi global. Jumlah kedatangan wisatawan asing mencapai 7,45 juta pada paruh pertama, naik 5,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perjalanan domestik mencapai 630,41 juta perjalanan, naik 2,71 persen secara tahunan.

“Rata-rata pengeluaran wisatawan asing meningkat menjadi USD1.313 per perjalanan, naik 6,36 persen dibandingkan paruh pertama tahun 2025,” sebut Staf Khusus Kementerian Pariwisata Apni Jaya Putra mengatakan dalam pernyataan, Jumat (7/8/2026).

Pertumbuhan ini terjadi meskipun dunia masih diliputi ketidakpastian global, menandakan daya tarik destinasi Indonesia yang tetap kuat. Bagi pemerintah, tren ini menjadi sinyal optimisme bahwa pariwisata mampu menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi unggulan di kawasan Asia.

Baca Juga: Tumbuh 13,14%, Wisata Bisnis dan Liburan Dorong Lonjakan Pariwisata di Indonesia

Peningkatan jumlah kedatangan wisatawan, tmabahnya, pengeluaran mereka telah mendorong aktivitas bisnis di sektor perhotelan, transportasi, jasa makanan, dan ekonomi kreatif. Ia menambahkan bahwa momentum positif ini juga tercermin dari tingkat okupansi hotel yang lebih tinggi.

“Peningkatan pengeluaran wisatawan menghasilkan efek pengganda yang lebih besar bagi masyarakat, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah serta bisnis pariwisata daerah,” ujarnya.

Tingkat hunian hotel rata-rata mencapai 48,2 persen pada paruh pertama tahun 2026. Angka ini dibandingkan dengan 45,72 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Peningkatan tingkat hunian hotel menunjukkan aktivitas pariwisata terus menguat. Hal ini menandakan meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk bepergian,” ia menambahkan.

Pariwisata juga mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang mencapai 5,29 persen pada paruh pertama tahun 2026. Data dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menunjukkan bahwa wilayah Bali dan Nusa Tenggara, yang didorong oleh pariwisata, mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,1 persen.

“Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa pariwisata bukan lagi sekadar sektor pendukung, melainkan pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional. Kami tetap optimis momentum ini akan berlanjut hingga akhir tahun,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *