Bitcoin Terkoreksi ke USD84.000, Tekanan Yield AS Picu Likuidasi Long Terbesar

Bitcoin

ASIAWORLDVIEW – Harga Bitcoin (BTC) berada dalam tekanan koreksi yang cukup dalam pada Kamis (24/9/2026), setelah sebelumnya mencatatkan level tertinggi sejak Januari, dengan BTC diperdagangkan di kisaran USD84.063 hingga USD84.400. Turun sekitar 2,2%–2,55% dalam 24 jam terakhir.

Penurunan ini terjadi setelah Bitcoin sempat menyentuh level USD87.000—tertinggi sejak Januari—namun gagal mempertahankan momentum dan berbalik arah, bahkan sempat menyentuh titik terendah intraday di USD83.500–USD83.654, sebelum akhirnya menemukan support bervolume tinggi di zona USD83.600–USD83.800 dan memantul kembali ke arah USD84.400.

Faktor dominan yang menekan harga Bitcoin hari ini adalah lonjakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang menembus 5,058%–5,11%, level tertinggi sejak Juli 2007 atau sekitar 19 tahun terakhir. Pemicunya adalah rilis data Purchasing Managers’ Index (PMI) awal AS untuk September 2026 yang jauh lebih kuat dari ekspektasi, yaitu 58,4.

Kondisi ini menandakan ekspansi tercepat sejak 2021—dengan Indeks Harga Input mencapai level tertinggi sejak Oktober 2022. Data ini secara langsung meningkatkan ekspektasi pasar terhadap pengetatan moneter lebih lanjut oleh The Fed, dengan data CME menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga 25 basis poin pada Oktober melonjak menjadi 69,7%.

Baca Juga: Penerimaan Pajak Kripto Indonesia Capai Rp2,15 Triliun Sejak 2022

Bitcoin diperdagangkan sebagai aset berisiko tinggi (high-beta risk asset)—terkonfirmasi dari penurunannya yang lebih dari dua kali lipat dibandingkan Nasdaq Composite yang hanya turun 1,06%—bukan sebagai aset lindung nilai. Kenaikan yield juga menekan aset tanpa imbal hasil (non-yielding assets) secara langsung, seiring meningkatnya biaya peluang (opportunity cost) untuk memegang Bitcoin.

Koreksi tajam ini memicu gelombang likuidasi besar-besaran di pasar derivatif kripto. Data dari CoinGlass menunjukkan total likuidasi mencapai USD540–USD545 juta dalam 24 jam terakhir.

Posisi long (beli) menyumbang USD447 juta—bagian terbesar—sementara posisi short hanya sekitar USD98,75 juta. Sebanyak 126.630 trader mengalami likuidasi, dengan likuidasi long terbesar dalam dua minggu terakhir. Open interest Bitcoin anjlok 6,63% dalam 24 jam, dan rasio Long/Short BTC turun di bawah 1, menandakan banyak trader secara aktif mengambil posisi short. Ini adalah likuidasi long terbesar sejak 15 September 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *