Bitcoin Bangkit Tembus USD65.000, Inflasi Global Mereda

Bitcoin

ASIAWORLDVIEW Bitcoin atau BTC berhasil bangkit pada perdagangan Senin (27/7/2026), menembus kembali level psikologis USD65.000. Kondisi ini menandai pemulihan yang dinantikan oleh para pelaku pasar setelah akhir pekan yang cenderung lesu. Berdasarkan data dari berbagai platform, harga Bitcoin bergerak di kisaran USD65.000 hingga USD65.200, dengan penguatan bervariasi antara 0,9% hingga 1,2% dalam 24 jam terakhir.

Menurut data dari BlockTempo, Bitcoin berhasil mencatatkan harga tertinggi harian pada USD65.577 dengan penguatan sekitar 0,92%. Sementara itu, platform Etoday mencatat rentang harga harian yang lebih lebar, dengan posisi tertinggi menyentuh USD65.555 dan terendah di USD64.256, dengan kenaikan 1,22%. Sumber lain dari Bitmart melaporkan bahwa Bitcoin sempat menyentuh USD65.504 sebelum terkonsolidasi di sekitar USD65.100. Gate.com mencatat harga BTC sekitar USD65.178. Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini diperkirakan berada di kisaran USD1,3 triliun.

Katalis utama di balik reli hari ini datang dari perkembangan positif di ranah geopolitik. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memerintahkan penghentian sementara serangan udara terhadap Iran, mengakhiri rangkaian operasi militer yang telah berlangsung selama 13 malam berturut-turut. Langkah ini diambil untuk memberikan ruang bagi negosiasi diplomatik, dengan laporan bahwa delegasi Oman telah tiba di Teheran untuk membahas pembukaan kembali Selat Hormuz. Iran sendiri menyatakan kesiapan untuk menghentikan serangan balasan jika AS menghentikan agresi.

Baca Juga: Bitcoin Terkoreksi di Zona Merah, Gagal Pertahankan Level USD66.000

Kabar gembira ini memberikan angin segar bagi pasar risiko secara umum. Harga minyak mentah Brent yang sebelumnya sempat menembus US$100 per barel kini mulai merosot ke kisaran USD97. Penurunan harga energi ini meredakan kekhawatiran inflasi global yang selama ini menjadi momok bagi aset-aset berisiko, termasuk kripto. Indeks Ketakutan dan Keserakahan (Fear & Greed Index) pun mencatat pemulihan, naik dari level 26 menjadi 30.

Meski harga menunjukkan penguatan yang menggembirakan, terdapat sinyal kontras dari sisi fundamental yang patut dicermati. Volume perdagangan Bitcoin ETF di AS tercatat turun drastis menjadi sekitar USD8,05 miliar dalam sepekan terakhir, level terendah sejak Oktober 2024. Arus masuk modal ke ETF Bitcoin juga melambat signifikan, dari USD197,4 juta menjadi hanya USD33,8 juta minggu ini. Bahkan, ETF iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock mencatat arus keluar mingguan sekitar USD95,5 juta.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun harga naik, partisipasi investor institusional melalui produk terstruktur sedang mengalami penurunan. Kondisi ini menjadikan pemulihan harga hari ini lebih banyak didorong oleh spekulasi jangka pendek di pasar derivatif dan perbaikan sentimen makro, dibandingkan pembelian besar-besaran dari dana institusi.

Pergerakan Bitcoin masih akan sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama: eskalasi geopolitik dan kebijakan moneter Federal Reserve. Pertemuan Federal Reserve pada 29 Juli 2026 menjadi sorotan utama, di mana seluruh 104 ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan suku bunga akan dipertahankan di level 3,50%-3,75%. Namun, pasar masih menunggu pernyataan kebijakan untuk petunjuk arah ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *