ASIAWORLDVIEW – Berawal dari kegiatan menari bersama di sekolah, empat siswi SD Athalia, Melati Mas, BSD, Tangerang Selatan, memberanikan diri membentuk grup dance untuk mengikuti kompetisi. Siapa sangka, kesempatan pertama mereka bersama Blessy Beat berbuah manis dengan diraihnya penghargaan Favorit Online dalam Etenia Croft “Sahabat Terbaik” Dance Competition 2026, yang digelar di Central Park Jakarta, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Keempat personel Blessy Beat ini adalah Yuna Abigail Sembiring, Isabelle Blessa Caroline Tarigan, Nathania Sekar Agatha, dan Samantha Ekaputri Arlota yang bertindak sebagai kapten grup.
Nama Blessy Beat menyimpan cerita tentang kebersamaan empat sahabat, yaitu Blessa, Samantha, Sekar, dan Yuna.
Kata Blessy merupakan perpaduan nama mereka berempat, menjadi simbol bahwa setiap anggota memiliki tempat dan menjadi bagian penting dari grup ini. Sementara itu, kata Beat menggambarkan semangat mereka dalam mengekspresikan diri melalui tarian. Lebih dari sekadar nama, Blessy Beat menjadi representasi persahabatan, kekompakan, dan kecintaan mereka terhadap dance.
Sebelumnya, mereka tergabung dalam Smart Club (SC) Dance di SD Athalia. Berbekal latihan rutin dan ketertarikan yang sama terhadap dunia tari, mereka mulai memberanikan diri untuk mencoba panggung kompetisi.
Baca Juga: Peluncuran Koleksi Hijab Terbaru, Perkuat Segmen Modest Fashion
Kesempatan itu datang ketika mereka mengetahui Etenia Croft “Sahabat Terbaik” Dance Competition 2026. Kompetisi tersebut menjadi pemantik bagi mereka untuk membentuk grup dan mencoba pengalaman baru bersama.
“Awalnya kami tahu ada kompetisi dari Etenia Croft, lalu kami berpikir untuk mencoba ikut bersama-sama. Kami senang bisa punya kesempatan untuk tampil dan menunjukkan apa yang sudah kami pelajari selama latihan,” tutur Samantha, kapten Blessy Beat.
Kompetisi ini merupakan bagian dari perayaan perjalanan musik Etenia Croft, yang masuk nominasi AMI Awards 2026 melalui lagu Sahabat Terbaik. Melalui kegiatan ini, Etenia mengajak para penggemarnya untuk ikut merayakan pencapaian tersebut dengan cara yang kreatif, yakni melalui kompetisi menari.
Babak penyisihan berlangsung secara online pada 5–18 Oktober 2026, dengan kategori KIDS dan Umum.
Puluhan grup berpartisipasi untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan kekompakan mereka. Rangkaian kegiatan kemudian mencapai puncaknya melalui grand final di Central Park Mall, Jakarta, pada 24 Oktober 2026, dengan total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp26 juta.
Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi ruang bagi para peserta untuk berani menunjukkan bakat dan mengembangkan potensi. Bagi sebagian peserta, kesempatan tersebut juga menjadi pengalaman pertama untuk mencoba sesuatu yang sebelumnya belum pernah mereka lakukan.
Kisah Blessy Beat menjadi salah satu contohnya. Kompetisi yang diinisiasi Etenia Croft bukan hanya memberi mereka kesempatan untuk tampil, tetapi juga menjadi pemicu bagi terbentuknya sebuah grup baru.
Bagi Blessy Beat, perjalanan menuju kompetisi ini tidak dimulai dari nol. Keempat personelnya telah terbiasa berlatih melalui kegiatan SC Dance di sekolah. Latihan rutin tersebut menjadi bekal bagi mereka untuk semakin percaya diri dan berani mengambil kesempatan.
“Buat kami, pengalaman ini seru karena bisa mencoba sesuatu yang baru bersama teman-teman. Kami juga jadi belajar untuk lebih kompak dan berani tampil. Ternyata, kalau mau mencoba, kita bisa mendapatkan pengalaman yang sebelumnya belum pernah kita rasakan,” tambah Samantha.
Perjalanan mereka kemudian mendapat apresiasi melalui penghargaan Favorit Online. Bagi grup yang baru terbentuk, pencapaian tersebut dapat menjadi penyemangat untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan.
Samantha berharap Blessy Beat bisa terus latihan, semakin kompak, dan punya kesempatan untuk tampil lagi.
“Terima kasih juga untuk Etenia Croft karena kompetisi ini membuat kami berani mencoba dan memulai Blessy Beat,” terang Samantha sambil membawa piala penghargaan ketiga personel lainnya.
