ASIAWORLDVIEW – Indonesia mengalami penurunan tajam dalam daya saing globalnya, turun 13 peringkat ke posisi 40 dalam Peringkat Daya Saing Dunia (World Competitiveness Ranking/WCR) 2025 yang dirilis oleh IMD World Competitiveness Center (WCC) baru-baru ini. Indonesia kini berada di bawah negara tetangga, Malaysia, yang naik 11 peringkat ke posisi 23 dunia.
Peringkat Malaysia melonjak berkat strategi digitalisasi dan kebijakan industrinya yang agresif. Peringkat tahunan ini mengevaluasi negara-negara di empat pilar utama: kinerja ekonomi, efisiensi pemerintah, efisiensi bisnis, dan infrastruktur.
Indonesia sebelumnya telah mengalami peningkatan yang stabil dalam beberapa tahun terakhir, naik dari peringkat 44 di tahun 2022 ke peringkat 34 di tahun 2023. Kemudian ke peringkat 27 di tahun 2024, sebelum mengalami kemunduran yang signifikan ini.
Baca Juga: Indonesia Ekspor Listrik Bersih 3,4 Gigawatt ke Singapura
Indonesia berada di peringkat ke-24 dalam kinerja ekonomi, peringkat ke-34 dalam efisiensi pemerintah, dan peringkat ke-26 dalam efisiensi bisnis, tetapi terus tertinggal dalam hal infrastruktur, berada di peringkat ke-57.
Sebanyak 66,1% eksekutif di Indonesia menilai kurangnya peluang ekonomi sebagai penyebab utama polarisasi sosial. Ini jadi sinyal bahwa reformasi struktural dan investasi pada SDM serta teknologi bukan lagi pilihan, tapi keharusan.
Kondisi ini terjadi akibat infrastruktur tertinggal, terutama dalam pendidikan (peringkat 62), kesehatan (63), dan teknologi digital. Selain itu, tingginya pengangguran dan ketimpangan pembangunan antarwilayah, yang memicu frustrasi sosial. Minimnya penciptaan lapangan kerja baru, membuat mobilitas ekonomi masyarakat makin terbatas
