Menko Airlangga Hartarto: Indonesia Harus Pantau Situasi Ekonomi dan Gejolak Geopolitik Global

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

ASIAWORLDVIEW – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan perlunya Indonesia memantau perkembangan ekonomi di negara-negara lain. Ia menyampaikan hal ini saat membahas pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) serta gejolak geopolitik dan ekonomi global.

“Seluruh dunia melihat bahwa situasi global sedang tidak stabil. Kita harus memperhatikan perkembangan kekuatan ekonomi di negara-negara lain,” kata Menko Airlangga di Istana Kepresidenan di Jakarta.

Menurut Airlangga, Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya bergantung pada pasar konsumen di Eropa, China, dan Amerika Serikat. Dia menekankan bahwa Indonesia akan menyiapkan tanggapan strategis untuk menyikapi Pilpres AS.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Melambat 4,95 Persen, Target Pertumbuhan Sulit Dicapai?

“Kita perlu memantau apakah ekonomi dunia kembali ke tingkat sebelum pandemi, dengan pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen. Saat ini, rata-rata pertumbuhan berada di angka 3 persen,” katanya.

Hartarto menjelaskan bahwa di bawah kepemimpinan Joe Biden, AS sedang berupaya untuk mengembalikan manufaktur ke tanah Amerika. Sebelumnya, AS telah mendorong manufaktur di negara-negara Asia, termasuk China.

“Sekarang, dengan kemampuan teknologi Asia yang tinggi, terutama Cina, mereka ingin mengurangi ketergantungan pada Asia,” katanya.

Menko Airlangga Hartarto mengatakan bahwa AS telah mengeluarkan Inflation Reduction Act, yang antara lain membahas mineral-mineral penting. Undang-undang yang ditandatangani oleh Presiden Joe Biden pada tanggal 16 Agustus 2022. Meskipun namanya menunjukkan bahwa undang-undang ini terutama menargetkan inflasi, undang-undang ini membahas berbagai masalah yang berkaitan dengan perawatan kesehatan, perubahan iklim, dan reformasi pajak.