ASIAWORLDVIEW – Pesenggiri Festival 2025 akan menjadi ajang luar biasa untuk merayakan seni dan budaya Lampung dengan pendekatan yang inovatif dan inklusif. Festival ini akan menampilkan berbagai kegiatan menarik, seperti tarian kolaboratif, jelajah kuliner, serta kelas seni dan mentorship yang melibatkan tokoh-tokoh terkemuka di bidang budaya dan industri kreatif.
Acara ini juga menghadirkan pameran seni eksklusif, termasuk karya dari Nyoman Nuarta dan koleksi seni tapis kuno hasil kolaborasi dengan Kalianda Tapis. Selain itu, pengunjung dapat menikmati kelas memasak, talk show budaya, serta sunset painting sundowner bersama seniman Bill Mohdor.
“Pesenggiri Festival tidak hanya menjadi wadah bagi seniman dan komunitas lokal, tetapi juga menunjukkan bagaimana kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan komunitas dapat menciptakan dampak positif bagi industri pariwisata dan budaya,” kata Selphie Bong, Pendiri The Hurun dan perusahaan pembangunan berbasis komunitas, dikutip Asiaworldview.com, Kamis (12/6/2025).
Baca Juga: Menpar Sebut Fashion Bukan Sekadar Penampilan, tapi Identitas Budaya Indonesia
Pesenggiri Festival akan menjadi ajang unjuk karya seni, budaya, dan kuliner yang unik dan berbeda dari festival tradisional lainnya. Acara ini akan menampilkan berbagai kegiatan menarik seperti tarian kolaborasi dengan komunitas Kita Poleng, yang juga membuka mentorship bagi komunitas tari lokal..
“Festival ini juga akan menampilkan karya seni dari Nyoman Nuarta yang belum pernah dipamerkan sebelumnya, serta koleksi seni tapis kuno hasil kolaborasi dengan Kalianda Tapis dan Roslina. Ini menjadi momen langka untuk menyaksikan karya seni yang sarat makna dan sejarah,” ia menambahkan.
Selphie Bong berharap Pesenggiri Festival dapat menjadi titik awal bagi pengembangan festival budaya yang matang dan berkualitas di Lampung. Dengan format yang kompleks dan lengkap, festival ini diharapkan mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara, sekaligus memperkuat identitas budaya Lampung di mata dunia.
