ASIAWORLDVIEW – Perkembangan teknologi seperti blockchain dan Web3 diprediksi akan merevolusi sektor properti global di Indonesia dan seluruh dunia. Dalam forum tahunan internasional World Trade Center Association (WTCA) Global Business Forum (GBF) ke-55 di Marseille, Prancis, para pemimpin bisnis menyoroti pentingnya adopsi teknologi untuk mempertahankan daya saing di pasar global.
Lia Rochat, Founder and CEO Archismart Solar (Prancis), dalam sesi “Real Estate Investment in Global Trade Hubs” mengatakan, “Mengadopsi solusi teknologi inovatif sangat penting untuk tetap kompetitif di tengah perubahan lanskap properti dan bisnis yang terus berkembang.”
Blockchain dan Web3 akan menjadi game changer. Teknologi ini akan membantu transaksi di dunia properti jadi lebih cepat, transparan, dan terdesentralisasi tanpa perantara seperti bank atau broker.
Baca Juga: Jepang Diramalkan Jadi Pioneer Web3 di Dunia
“Web3, generasi internet berbasis blockchain, memungkinkan tokenisasi aset, yaitu mengubah aset fisik seperti properti menjadi token digital yang dapat diperdagangkan. Ini akan mengubah cara kita mengembangkan dan membiayai proyek properti,” tambah Rochat.
Adopsi teknologi ini juga mulai menunjukkan perkembangan di Indonesia. Salah satu pelopornya adalah Bank Tabungan Negara (BTN), yang tengah mengembangkan produk tokenisasi properti melalui skema Dana Investasi Real Estat (DIRE) berbasis blockchain.
Forum yang diselenggarakan oleh World Trade Center (WTC) Marseille Provence pada 6 hingga 9 April 2025, dihadiri oleh lebih dari 400 peserta dari 50 negara dan hampir 120 pelaku bisnis jaringan WTC.
Dalam sesi Real Estate Summit, para pakar global juga menyoroti pentingnya infrastruktur berkelanjutan dan inovasi energi sebagai pilar utama masa depan sektor properti.
