Pemerintah Targetkan Bank Emas Segera Beroperasi, Mengurangi Ketergantungan Pasar Luar Negeri

Emas Antam.

ASIAWORLDVIEW Bullion Bank atau Bank Emas semakin menarik perhatian sebagai bagian dari sistem keuangan berbasis aset nyata. Indonesia, sebagai salah satu negara penghasil emas terbesar di dunia, kini mulai mengembangkan ekosistem industri berbasis emas untuk mengurangi ketergantungan pada pasar luar negeri.

Bullion bank juga bisa membantu memperkuat industri perhiasan melalui skema pembiayaan emas. Kemudahan akses bahan baku emas bisa mempercepat pertumbuhan industri perhiasan emas.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan izin kepada beberapa lembaga keuangan, seperti PT Bank Syariah Indonesia (BSI) dan PT Pegadaian (Persero), untuk menyelenggarakan kegiatan usaha berbasis emas.

Baca Juga: Saham Antam Melonjak, Didorong Harga Emas Global

Keberadaan Bullion Bank ini diharapkan dapat meningkatkan konsumsi emas ritel, memperkuat industri emas nasional, serta menciptakan nilai tambah yang diperkirakan mencapai Rp30 triliun hingga Rp50 triliun.

Bank emas batangan diharapkan dapat membantu membangun ekosistem industri berbasis emas, sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasar emas luar negeri dan memaksimalkan pemanfaatan emas dalam negeri. Selain itu, membantu mengintegrasikan produsen emas dengan ekosistem keuangan dan industri berbasis emas.

Saat ini Indonesia memiliki lebih dari lima produsen perhiasan besar dan lebih dari 30 ribu produsen perhiasan skala kecil dan menengah, dengan total kapasitas produksi nasional diperkirakan mencapai 65 ton emas per tahun.

Dengan memaksimalkan pengolahan dalam negeri, nilai tambah produksi emas dapat meningkat yang pada gilirannya dapat mendongkrak penerimaan negara. Kedua, bank emas batangan dapat memperluas perdagangan emas yang dilakukan oleh lembaga jasa keuangan melalui skema simpanan dan tabungan emas bagi masyarakat dan pelaku usaha.