Prabowo Berjanji Hentikan Impor Jagung, Tingkatkan Kedaulatan Pangan

Tanaman jagung sebelum dipanen.(Kementan)

ASIAWORLDVIEW – Presiden Prabowo Subianto telah menyatakan bahwa Indonesia menargetkan untuk menghentikan impor jagung pada tahun 2026. Kemudian, beralih ke swasembada jagung.

Prabowo optimis bahwa dengan peningkatan produksi hingga 6 hingga 8 ton per hektar. Menurutnya, Indonesia tidak hanya akan berhenti mengimpor jagung tetapi juga berpotensi mengekspor jagung ke negara lain.

Prabowo mencatat bahwa produksi jagung nasional naik 48 persen pada kuartal pertama 2025, dari empat ton per hektar menjadi antara enam dan delapan ton per hektar.

Menurut presiden, Indonesia dapat mencapai swasembada jagung lebih cepat dari yang diharapkan, berpotensi dalam satu tahun, didukung oleh penggunaan varietas benih berkualitas tinggi dan pupuk organik.

“Tujuan swasembada kami mungkin tidak memakan waktu dua hingga tiga tahun, mungkin hanya perlu satu tahun untuk mencapai itu. Ini sangat signifikan,” katanya.

Baca Juga: Impor dari China Meroket Tajam, Ekspor dari Indonesia Justru Lesu

Prabowo menyebutkan bahwa Indonesia masih mengimpor sekitar 500.000 ton jagung pada tahun sebelumnya, tetapi produksi dalam negeri kini meningkat pesat.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar untuk membangun kedaulatan pangan nasional, dengan harapan Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia di masa depan

Dia juga menekankan pentingnya inovasi dalam memproses panen pertanian dan diversifikasi produk berbasis jagung untuk memasukkan chip jagung dan beras jagung, yang, katanya, lebih sehat dan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.