Instrumen Investasi Jangka Panjang, Pasar Properti Masih Punya Daya Tarik

Rumah cluster

ASIAWORLDVIEW – Pasar properti Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah berbagai tekanan, baik dari sisi makroekonomi maupun dinamika global. Stabilitas ini tercermin dari minat investasi yang tetap terjaga, didukung oleh kebutuhan hunian yang berkelanjutan serta dorongan pemerintah dalam memperkuat sektor konstruksi dan infrastruktur.

Data terbaru dari Pinhome Home Sell Index (PHSI) dan Pinhome Home Rental Index (PHRI) pada kuartal 1 tahun 2026 menunjukkan bahwa pasar properti Indonesia tetap tangguh dan relatif stabil di tengah tekanan ekonomi. Indeks Harga Jual Rumah Nasional hanya mencatat penurunan tipis sebesar -0,1% baik secara kuartalan maupun tahunan, menandakan ketahanan sektor ini.

“Segmen rumah kecil dan menengah menjadi penopang pertumbuhan pasar, didorong oleh keterjangkauan dan kebutuhan hunian dasar yang menjaga permintaan tetap stabil,” ungkap Dayu Dara Permata, CEO Founder Pinhome, dikutip Asiaworldview, Kamis (7/5/2026).

Baca Juga: Pasar Properti Indonesia Alami Pergeseran, Rumah Sekunder Jadi Alternatif

Jika dilihat berdasarkan segmen, rumah kecil dan menengah justru menunjukkan pertumbuhan positif: Tipe ≤54 naik +0,3% dan Tipe 121–200 tumbuh +0,5% dibandingkan kuartal sebelumnya. Secara tahunan, pertumbuhan lebih jelas terlihat dengan +1% untuk Tipe ≤54 dan +0,6% untuk Tipe 55–120. Angka-angka ini menegaskan bahwa kebutuhan hunian di segmen menengah ke bawah tetap kuat, sekaligus memperlihatkan daya tahan pasar properti sebagai salah satu motor penting dalam mendukung stabilitas ekonomi nasional.

Sementara itu, segmen rumah besar Tipe ≥201 mengalami koreksi sebesar -0,5% secara kuartalan dan -0,7% secara tahunan. Penurunan ini mencerminkan kehati-hatian di pasar premium, dipicu oleh ketidakpastian ekonomi global akibat eskalasi ketegangan di Timur Tengah serta faktor cuaca. Dalam situasi ini, investor cenderung lebih selektif dan menunda pembelian aset bernilai besar.

Walau terdapat tantangan berupa fluktuasi suku bunga, biaya material, dan ketidakpastian ekonomi global, pasar properti tetap mampu mempertahankan daya tariknya. Industri ini dianggap sebagai instrumen investasi jangka panjang. Ketahanan ini juga ditopang oleh kolaborasi lintas sektor, mulai dari pengembang, perbankan, hingga pemerintah, yang bersama-sama menjaga ekosistem agar tetap produktif dan berdaya saing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *