ASIAWORLDVIEW – Indonesia menempatkan pengembangan industri sebagai salah satu prioritas strategis dengan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pemerintah bersama pelaku usaha, akademisi, dan komunitas lokal berupaya membangun ekosistem yang berdaya saing melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta penguatan regulasi yang mendukung inovasi.
“Kami selalu membuka kolaborasi, tidak hanya mengandalkan peran pemerintah, tetapi juga mendorong seluruh sektor industri dan pemangku kepentingan untuk bekerja sama dalam satu ekosistem membangun industri AI agar memberikan akses yang luas,” ujar Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, dikutip Asiaworldview, Kamis (7/5/2026).
Indonesia mengambil posisi strategis dengan mendorong keseimbangan antara peran negara dan kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan ekosistem kecerdasan buatan (AI). Pemerintah berperan sebagai regulator sekaligus fasilitator, memastikan adanya standar etika, keamanan, dan tata kelola yang jelas, sementara sektor swasta, akademisi, dan komunitas teknologi diberi ruang untuk berinovasi dan berkontribusi.
Baca Juga: Modernisasi Interaksi Konsumen Lewat Teknologi AI dan Cloud
“Jika melihat tren global saat ini, termasuk di Amerika Serikat, terdapat pandangan bahwa negara perlu mengambil kendali lebih besar terhadap teknologi dan perusahaan teknologi. Namun, itu bukan jalan yang akan dipilih Indonesia karena berpotensi mengarah pada apa yang disebut sebagai fasisme teknologi,” jelasnya.
Kolaborasi ini tidak hanya bertujuan memperkuat industri dalam negeri, tetapi juga membuka peluang ekspor dan integrasi ke rantai pasok global. Dengan strategi tersebut, Indonesia berharap mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, memperluas lapangan kerja, dan menjadikan industri nasional sebagai motor utama pembangunan.
“Pendekatan ini bertujuan menciptakan ekosistem AI yang terbuka, inklusif, dan berdaya saing, sehingga tidak hanya mendukung pertumbuhan industri dalam negeri, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di panggung global,” ia menambahkan.
Dengan mengintegrasikan kekuatan sumber daya alam dan talenta digital, Nezar optimistis Indonesia dapat mengambil posisi strategis dalam industri AI global. Ia berharap industri AI tetap dapat bertumbuh di Indonesia tanpa bergantung pada kontrol penuh negara, namun tetap menjaga kepentingan nasional.
