ASIAWORLDVIEW – Merek-merek mewah semakin mengintegrasikan Non-Fungible Token (NFT) ke dalam strategi pemasaran mereka. Banyak produk menggunakan kembaran digital untuk menghubungkan produk fisik dengan produk digital. Pendekatan ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara dunia nyata dan digital, meningkatkan pengalaman merek dan memperluas nilai produk.
Meskipun praktik ini telah terbukti efektif dalam mempromosikan NFT, sebuah penelitian baru telah mengungkapkan hasil yang mengejutkan: kembar digital ini sebenarnya dapat merusak kemewahan yang dirasakan dari produk fisik yang terkait dengannya. Penelitian ini dilakukan oleh School of Business Administration di Bar-Ilan University di Israel dan School of Business and Law di University of Agder di Norwegia.
Dalam serangkaian delapan eksperimen yang melibatkan lebih dari 2,300 peserta, para peneliti menyelidiki bagaimana peluncuran NFT sebagai kembaran digital memengaruhi persepsi produk mewah fisik yang terkait dengannya. Temuan menunjukkan bahwa meskipun NFT dapat meningkatkan produk digital itu sendiri, mereka dapat merusak nilai yang dirasakan dari produk fisik.
Baca Juga: Metaverse dan Pasar NFT di Bawah Merek TRUMP
Merek mewah seperti Burberry dan Louis Vuitton, misalnya, telah mulai menawarkan NFT sebagai bagian dari pengalaman belanja eksklusif. Langkah ini memungkinkan pelanggan memiliki aset digital unik yang terkait dengan produk fisik mereka.
NFT digunakan dalam pameran seni digital untuk meningkatkan kesadaran merek dan menciptakan pengalaman interaktif bagi pelanggan.
Beberapa merek mewah telah mengadopsi strategi pemasaran berbasis teknologi, seperti konsultasi digital dan streaming langsung, untuk mendekatkan pelanggan dengan produk mereka. Strategi ini tidak hanya meningkatkan daya tarik merek di era digital tetapi juga membuka peluang baru dalam dunia koleksi digital dan investasi berbasis blockchain.
