Alasan Harga Bitcoin Berhasil Bertahan USD100.000 selama Mei 2025

Bitcoin.(Decrypto)

ASIAWORLDVIEW Bitcoin berhasil mempertahankan harga di atas USD100.000 sepanjang Mei 2025, mencerminkan kepercayaan investor yang semakin kuat terhadap aset kripto ini, meskipun ada ketidakpastian ekonomi global.

Faktor utama yang berkontribusi pada stabilitas harga Bitcoin adanya inflow besar ke ETF Bitcoin. Laporan dari Bitwise Investments memperkirakan bahwa aliran modal institusional ke Bitcoin akan mencapai USD426,9 miliar pada 2026. Hal ini menunjukkan minat yang terus meningkat dari investor besar.

Terdapat akumulasi oleh institusi. Perusahaan seperti Morgan Stanley, Fidelity, dan BlackRock telah memasukkan Bitcoin ke dalam portofolio mereka, dengan BlackRock IBIT kini mengelola Bitcoin senilai USD71 miliar. Bahkan, banyakjuga negara-negara yang mulai mengadopsi BItcoin seperti Jepang hingga Pakistan.

Hal lain memperkuat posisi Bitcoin adalah langkah strategis Trump Media, yang melakukan pembelian Bitcoin senilai $2,5 miliar. Investasi besar-besaran dari perusahaan ternama ini menunjukkan semakin diterimanya Bitcoin sebagai instrumen keuangan yang sah di kalangan korporasi besar. Langkah ini tidak hanya memberikan dorongan kepercayaan bagi investor ritel, tetapi juga memicu efek domino yang mendorong perusahaan-perusahaan lain untuk mempertimbangkan strategi serupa dalam mengelola kekayaan atau likuiditas mereka.

Baca Juga: ETF Bitcoin BlackRock Mencapai Tonggak Sejarah Baru

Selain adopsi institusional, narasi Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap inflasi juga semakin menguat. Di tengah kekhawatiran terhadap resesi global yang semakin membayangi, banyak investor memandang Bitcoin sebagai aset alternatif untuk mempertahankan daya beli dan nilai kekayaan mereka. Inflasi yang tinggi di berbagai negara telah membuat masyarakat dan pelaku pasar mencari tempat berlindung dari pelemahan mata uang fiat, dan Bitcoin dianggap sebagai salah satu opsi paling menjanjikan.

Kombinasi antara faktor fundamental seperti partisipasi korporasi dan sentimen makroekonomi global telah memperkuat posisi Bitcoin di pasar. Harga yang tetap bertahan di atas USD100.000 dianggap sebagai bukti kuat bahwa Bitcoin tidak lagi hanya dipandang sebagai aset spekulatif, tetapi juga mulai menempati peran sebagai penyimpan nilai jangka panjang dalam portofolio investasi global. Hal ini menandai fase baru dalam evolusi Bitcoin menuju adopsi arus utama yang lebih luas.

Meskipun pasar saham global cenderung sangat responsif terhadap perubahan dan rilis data makroekonomi, dinamika yang terjadi di pasar aset digital terutama Bitcoin menunjukkan adanya pergeseran pola yang menarik. Perhatian investor tradisional biasanya tertuju pada indikator seperti tingkat pengangguran, inflasi, dan keputusan suku bunga, yang sering kali memicu fluktuasi tajam di bursa saham. Namun, dalam konteks saat ini, Bitcoin tampak mulai menunjukkan perilaku yang berbeda dari ekuitas tradisional, bahkan ketika pasar konvensional tetap rentan terhadap tekanan makroekonomi.