Menko Pangan Zulkifli Hasan: Indonesia Terpaksa Impor Garam akibat Permintaan Melonjak

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan

ASIAWORLDVIEW – Indonesia telah membuka kembali impor garam industri, setelah sebelumnya sempat dihentikan pada Januari 2025. Keputusan ini diambil sebagai langkah relaksasi hingga Indonesia mencapai swasembada garam pada 2027

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan atau Zulhas menjelaskan, Indonesia secara resmi membuka kembali impor garam setelah meningkatnya tekanan dari industri domestik. Menurutnya, pemerintah tidak punya pilihan selain melonggarkan pembatasan impor garam. Hal itu dilakukan karena permintaan dari sektor-sektor utama melonjak.

“Industri telah menangis, dari obat-obatan hingga produsen makanan dan minuman. Bahkan produksi cairan intravena membutuhkan garam,” kata Menko Zulkifli Hasan.

Di bawah Peraturan Presiden No. 126 tahun 2022, pemerintah awalnya bertujuan untuk menghentikan semua impor garam mulai Januari 2025 sebagai bagian dari program swasembada yang lebih luas. Namun, Zulkifli mengkonfirmasi larangan tersebut sekarang akan ditunda hingga 2027 karena kapasitas produksi lokal yang tidak mencukupi.

Baca Juga: Menko Zulkifli Hasan Harga Bahan Pokok Normal Lagi setelah Idul Fitri

“Itulah perjanjiannya. Larangan impor penuh akan dimulai pada tahun 2027. Sementara itu, kami memberikan waktu untuk kementerian maritim dan perikanan untuk mengembangkan pabrik pengolahan garam setempat,” katanya.

Pemerintah menetapkan kuota impor garam industri sebanyak 577.000 ton untuk tahun ini. Kebijakan ini diambil karena industri garam nasional belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, terutama untuk sektor farmasi, makanan dan minuman, serta alat kesehatan.

Keputusan ini mendapat respons beragam. Industri farmasi dan makanan menyambut baik kebijakan ini karena mereka sangat bergantung pada garam berkualitas tinggi yang belum bisa diproduksi di dalam negeri. Namun, beberapa pihak menilai bahwa kebijakan ini bisa menghambat perkembangan industri garam lokal yang sedang berusaha meningkatkan kapasitas produksinya.