Saham Antam Melonjak, Didorong Harga Emas Global

Emas Antam

ASIAWORLDVIEW – Saham perusahaan tambang emas dan nikel milik negara Aneka Tambang (Antam) telah melonjak 96,43 persen selama sebulan terakhir, ditutup pada Rp 2.750 pada hari Rabu (8/5/2025).

Angka ini didorong oleh harga emas global yang mencapai rekor tertinggi dan laba Q1 yang kuat.

Analis memperkirakan reli akan terus berlanjut, dengan saham Antam kemungkinan akan melampaui level Rp 3.000, kembali ke wilayah harga yang terakhir terlihat pada tahun 2022.

Momentum kenaikan ini terjadi di tengah reli bersejarah harga emas global, yang mencapai USD3.400 per ons pada bulan April. Sebagai produsen logam mulia terintegrasi, Antam diposisikan dengan baik untuk mendapatkan keuntungan dari lonjakan global.

Baca Juga: Harga Emas Melonjak di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Para pelaku pasar mulai meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven seperti emas, seiring dengan meningkatnya ketidakpastian dalam perdagangan internasional serta kondisi ekonomi Amerika Serikat yang belum sepenuhnya stabil. Situasi ini mendorong investor untuk mencari perlindungan terhadap potensi gejolak ekonomi dan pasar yang bisa muncul sewaktu-waktu.

Emas, yang secara historis dianggap sebagai aset pelindung nilai, kembali diminati sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi risiko global.

Antam juga melaporkan lonjakan pendapatan konsolidasi sebesar 203 persen tahun-ke-tahun menjadi Rp 26 triliun ($1,6 miliar) pada kuartal pertama. Penjualan emas naik 93,2 persen yoy menjadi 13,7 ton, meskipun ini menandai penurunan 9,7 persen dari kuartal sebelumnya.

Permintaan emas Antam terus didukung oleh Bank Syariah Indonesia dan perusahaan gadai milik negara Pegadaian, yang keduanya dipercaya mengelola bank emas batangan pertama di Indonesia.