SisBerdaya 2025: Bank Indonesia Ingatkan Pentingnya Inklusi Ekonomi bagi UMKM

Sri Noerhidajati, Deputi Direktur Bank Indonesia

ASIAWORLDVIEW – Bank Indonesia mendukung program SisBerdaya 2025, yang bertujuan untuk memberdayakan 5.000 UMKM perempuan, termasuk penyandang disabilitas, melalui pelatihan bisnis, literasi digital, dan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Dalam acara peluncuran program SisBerdaya 2025, Sri Noerhidajati, Deputi Direktur Bank Indonesia, Rabu (7/5/2025), menegaskan bahwa digitalisasi adalah kunci agar UMKM perempuan dan penyandang disabilitas menjadi lebih tangguh dan kompetitif. Bank Indonesia juga menyoroti pentingnya keuangan inklusif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan pemberdayaan perempuan.

“Bank Indonesia mengapresiasi DANA dan mendukung SisBerdaya 2025. Hal itu menjadi bukti penting digitalisasi yang dilakukan oleh UMKM dan pengusaha kecil untuk bertahan,” ia mengatakan.

Digitalisasi menjadi faktor utama ketahanan UMKM, memperluas jangkauan pasar. Selain itu, menciptakan pertumbuhan baru.

“Langkah tersebut membantu UMKM bertahan di era perubahan ekonomi dengan mengadopsi teknologi baru dan memperkuat strategi bisnis,” ia menambahkan.

Baca Juga: SisBerdaya 2025, Siapkan Pelaku UMKM dan Pengusaha Kecil di Era Teknologi AI

Digitalisasi UMKM berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional, dengan UMKM menyumbang lebih dari 61% PDB Indonesia. Dengan platform digital, UMKM dapat menjangkau pelanggan lebih luas, baik di dalam negeri maupun internasional.

“UMKM dan pengusaha kecil yang masuk ke ekosistem digital memiliki peluang lebih besar untuk bersaing dengan bisnis yang lebih besar. Jangkauan juga menjadi luas,” ia menambahkan.

    Pemerintah dan berbagai pihak terus mendorong digitalisasi UMKM agar semakin banyak pelaku usaha yang terhubung dengan pasar daring dan memanfaatkan teknologi untuk pertumbuhan bisnis.

    “Inklusi ekonomi bagi UMKM adalah upaya untuk memastikan bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah memiliki akses yang lebih luas terhadap sumber daya ekonomi, teknologi, dan pasar,” jelasnya lagi.

    Dengan langkah-langkah ini, UMKM di Indonesia semakin diperkuat untuk menghadapi tantangan ekonomi dan berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan nasional.

    Program seperti SisBerdaya 2025 membantu UMKM perempuan dan penyandang disabilitas mengakses teknologi dan pendanaan. Pendaftarannya dibuka hingga 29 Mei 2025 melalui kanal resmi DANA dan mitra pemberdaya perempuan.