Menkeu Sri Mulyani: Rupiah Melemah, Bukan Indikator Kondisi Ekonomi di Indonesia

Menteri Keuangan Sri Mulyani

ASIAWORLDVIEW – Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS, mencapai Rp16.590 per dolar AS pada 2 Mei 2025. Pelemahan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor ekonomi global dan domestik.

Salah satunya, Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat, diproyeksikan lebih rendah dari target awal. Perkiran sebelumnya 4,7% untuk 2025. Selain itu, Tren inflasi yang tidak stabil serta daya beli masyarakat yang melemah turut memengaruhi nilai tukar.

Namun Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, telah menekankan bahwa melemahnya nilai tukar rupiah tidak mencerminkan kondisi ekonomi di Indonesia. Namun dinamika global.

Baca Juga: Faktor Penyebab Nilai Tukar Rupiah Melemah: Tembus Rp17.000

“Nilai tukar mencerminkan dinamika global dan tidak selalu selaras dengan fundamental ekonomi Indonesia,” katanya pada konferensi pers pada hari Rabu.

Nilai tukar Rupiah rata-rata tahun-ke-tanggal mencapai Rp16.443 per dolar AS dari Januari hingga Maret, sementara tarif pada akhir Maret mencapai Rp16.829.

Pemerintah menargetkan nilai tukar yang lebih kuat sekitar Rp16.000 per dolar AS, berdasarkan asumsi ekonomi makro dalam anggaran negara 2025.

Ia menyebut kondisi global terus bergeser. Misalnya, pasar mengharapkan Federal Reserve untuk memotong tarif dana federal. Bank Sentral AS menahan penurunan suku bunga, menyebabkan aliran modal masuk ke AS dan memperkuat dolar.