ASIAWORLDVIEW – Negara Amerika Tengah, El Salvador, terus memprioritaskan Bitcoin. Padahal telah mendapatkan peringatan baru-baru ini dari Dana Moneter Internasional (IMF).
Langkah ini terus menjadi sorotan global, terutama karena IMF mengklaim bahwa El Salvador telah mematuhi kesepakatan untuk menghentikan akumulasi Bitcoin di sektor publik, tetapi data menunjukkan bahwa negara tersebut diam-diam tetap membeli BTC.
Menteri ekonomi negara tersebut pada hari Rabu (30/4/2025), mengatakan bahwa meskipun diminta untuk mengurangi pembelian BTC sehubungan dengan perjanjian pinjaman senilai USD1,4 miliar, pemerintah Bukele masih terus menumpuk. Namun, IMF baru-baru ini mengklaim bahwa pemerintah El Salvador telah mematuhi persyaratan pinjaman.
Baca Juga: Harga Bitcoin Diramalkan Capai USD120.000, Dampak dari Minat Investor yang Naik
Menteri Ekonomi El Salvador Maria Luisa Hayem baru-baru ini memastikan bahwa pemerintah Bukele masih membeli BTC meskipun diminta untuk mengurangi pembeliannya. Perjanjian pinjaman IMF sebesarUSD1,4 miliar melarang entitas tersebut untuk melakukan hal tersebut.
Namun, data dari kantor Bitcoin pemerintah El Salvador menunjukkan bahwa negara ini terus membeli 1 BTC setiap hari. Hingga saat ini, pemerintah Bukele memiliki lebih dari 6100 BTC senilai lebih dari USD570 juta.
Sebaliknya, laporan terbaru dari CoinGape mengungkapkan bahwa El Salvador telah memenuhi persyaratan pinjaman. Khususnya, negara Amerika Tengah ini menghentikan pembelian BTC dengan dana sektor publik baru-baru ini, untuk mematuhi perjanjian pinjaman IMF.
