ASIAWORLDVIEW – Harga emas terus mencatatkan lonjakan signifikan, mencapai rekor tertinggi di atas USD3.000 per troy ounce. Kenaikan harga ini didorong oleh meningkatnya kekhawatiran terkait perlambatan ekonomi di Amerika Serikat.
Investor cenderung mencari aset yang lebih aman, seperti emas, untuk melindungi nilai investasi mereka dari potensi ketidakpastian ekonomi yang semakin besar. Kekuatan pasar emas juga dipicu oleh ketegangan global yang meningkat, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Harga emas di pasar spot tercatat menguat 0,2% atau sekitar 6,1 poin, mencapai level USD3.006,7 per troy ounce pada pukul 10.41 WIB. Sementara itu, harga emas berjangka Comex mengalami kenaikan sebesar 0,31% ke level USD3.015,4 per troy ounce.
Baca Juga: Harga Emas Koreksi, Cetak Rekor Tertinggi
Kenaikan harga ini melanjutkan tren positif yang sudah terjadi pada hari Senin, di mana harga emas tercatat naik 0,6%. Faktor utama yang mendasari lonjakan harga ini adalah ketegangan geopolitik yang semakin memburuk, khususnya terkait eskalasi konflik di Gaza.
Dalam situasi seperti ini, emas semakin dipandang sebagai aset yang aman, menarik minat investor untuk membeli lebih banyak emas sebagai perlindungan terhadap risiko geopolitik dan ekonomi.

Di sisi lain, investor juga mencerna data ekonomi terbaru dari AS yang menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan ritel pada Februari lebih rendah dari perkiraan. Hal ini turut menekan imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun. Penurunan imbal hasil obligasi ini menjadi katalis bagi kenaikan harga emas, mengingat emas tidak memberikan imbal hasil bunga.
Meskipun data tersebut mengindikasikan pelemahan belanja konsumen, tidak ada tanda-tanda perlambatan ekonomi yang signifikan. Namun, ketidakpastian tetap menyelimuti pasar, karena sentimen konsumen terus memburuk dan risiko perang dagang semakin meningkat akibat kebijakan perdagangan agresif dari Presiden AS, Donald Trump.
Kondisi ini semakin menegaskan peran emas sebagai penyimpan nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global. Sepanjang tahun ini, harga emas telah naik lebih dari 14%, melanjutkan reli kuat dari tahun 2024. Peningkatan harga emas ini juga didorong oleh ketegangan geopolitik dan kebijakan ekonomi global yang tidak menentu. Beberapa bank besar bahkan telah merevisi target harga emas mereka ke level yang lebih tinggi dalam beberapa pekan terakhir, mencerminkan optimisme terhadap prospek harga logam mulia ini.
