ASIAWORLDVIEW – Indonesia sukses melakukan digitalisasi pada sektor keuangan. Berdasarkan data terbaru dari Bank Indonesia, transaksi QRIS terus mengalami pertumbuhan signifikan. Sampai Oktober 2024, jumlah pengguna QRIS di Indonesia mencapai 54,1 juta dengan 34,7 juta merchant, dan transaksi QRIS tumbuh 183,9% year-on-year.
Memasuki Januari 2025, Bank Indonesia mencatat bahwa nilai transaksi melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah mencapai Rp80,88 triliun, dengan total 790,79 juta transaksi. Kini, QRIS Tap pun tengah gencar dipromosikan oleh berbagai sector keuangan, mendapatkan dukungan penuh dari ALTO.
“ALTO Network optimis dan sepenuhnya mendukung pencapaian target volume transaksi QRIS Tap NFC di tahun 2025 hingga 6,5 miliar transaksi, dengan 58 juta pengguna dan 40 juta merchant di seluruh Indonesia. Selain mempercepat adopsi di dalam negeri, Bank Indonesia juga menargetkan ekspansi QRIS ke pasar internasional. Kolaborasi ALTO, Netzme, dan ShopeePay akan memperkuat ekosistem pembayaran digital yang lebih inklusif, cepat, mudah, aman, dan efisien,” CEO ALTO Network, Gretel Griselda, menegaskan, dikutip oleh Asiaworldview.com, Senin (17/3/2025).
Baca Juga: Tap QRIS Hanya Butuh 0,3 Detik untuk Transaksi
QRIS Tap NFC menawarkan berbagai keunggulan, di antaranya proses transaksi yang lebih cepat dan efisien karena pengguna tidak perlu membuka kamera atau memindai QR, cukup dengan menempelkan ponsel ke soundbox merchant.
Selain itu, sistem ini menghadirkan pengalaman tanpa sentuh yang meningkatkan kenyamanan dan kebersihan saat bertransaksi. Kemudahan penggunaannya juga menjadi nilai tambah, karena QRIS Tap NFC dirancang agar dapat digunakan oleh semua kalangan dengan perangkat yang sudah mendukung teknologi NFC.
“Ke depan, sekitar 12 institusi, termasuk bank, bank digital, dan lembaga keuangan lainnya, akan bermitra dengan ALTO untuk mendorong pertumbuhan ekosistem ini,” ia menambahkan.
