Riset: Belanja Hibrida Jadi Favorit Masyarakat di Kawasan ASEAN

Belanja offline.(Webp)

ASIAWORLDVIEW – Pandemi Covid-19 menyebabkan pola gaya hidup masyarakat berubah. Salah satunya, belanja online yang akhirnya menjadi pilihan masyarakat di saat pusat perbelanjaan tutup akibat lockdown.

Setelah pandemi berakhir, pola tersebut bergeser. Masyarakat kembali melakukan kegiataan perniagaan secara offline, tanpa menghilangkan kebiasaan belanja daring.

Laporan yang dikeluarkan Zalora, konsumen Asia Tenggara semakin merangkul pengalaman belanja hibrida, yang memadukan saluran online dan offline. Para peritel merespons dengan mengintegrasikan teknologi, menawarkan perjalanan belanja yang unik.

Baca Juga: Lebih dari 30 Tahun, Masyarakat Terkena Jebakan Kelas Menengah

Selain itu, konsumen juga dimanjakan dengan perjalanan belanja yang mulus, dan menciptakan pengalaman fisik yang menarik. Peluang-peluang utama meliputi: Ritel Berbasis Pengalaman: Toko pop-up dan acara imersif mendorong kesadaran merek dan keterlibatan.

Perdagangan Sosial: Platform seperti TikTok dan YouTube membentuk kembali e-commerce, menawarkan jalur yang mulus dari penemuan hingga pembelian. Integrasi Online dan Offline: Strategi seperti klik-dan-kumpulkan dan kebijakan pengembalian tanpa batas meningkatkan kenyamanan dan mendorong kepuasan pelanggan.