BINA Lebaran 2025: Pesta Diskon untuk Tingkatkan Perekonomian Indonesia

Ketua Umum HIPPINDO, Budihardjo Iduansjah menemani Menteri Perdagangan Budi Santoso di Sarinah.

ASIAWORLDVIEW – BINA Lebaran 2025 siap menjadi momentum belanja yang paling dinantikan, memberikan dorongan nyata bagi ekosistem perdagangan nasional. Selain itu, memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Ketua Umum HIPPINDO, Budihardjo Iduansjah, menegaskan bahwa momentum Lebaran adalah waktu strategis bagi industri ritel. Daya beli masyarakat meningkat di momen ini.

“Pesta diskon ini merupakan bagian dari kampanye Belanja di Indonesia Aja untuk meningkatkan perputaran ekonomi nasional. Indonesia memiliki produk berkualitas yang tidak kalah saing dengan merek internasional. Dengan adanya program ini, kami berharap omzet ritel domestik meningkat dan posisi UKM semakin kuat di pasar,” ujar Budihardjo.

“Di Indonesia semua ada, semua lengkap, dan kualitasnya bersaing. Lebih dari 400 mal akan berpartisipasi dalam program ini dimana para ritel dan penyewa menawarkan potongan harga hingga 70%, termasuk brand global yang turut serta memberikan diskon besar untuk meningkatkan produksi dan omzet dalam negeri. Fokus kami adalah mendorong belanja domestik dan meningkatkan perputaran uang selama Lebaran karena momen ini sangat penting bagi ritel,” tambahnya.

Baca Juga: Dongkrak Daya Beli Masyarakat, BINA Diskon 2024 Catatkan Transaksi Rp25,4 Triliun

HIPPINDO mencatat saat ini terdapat 380 perusahaan ritel dan penyewa dengan lebih dari 80.000 gerai dan 800 merek, serta 402 pusat perbelanjaan di 24 provinsi di Indonesia yang siap mendukung program ini baik brand lokal dan global dengan berbagai kategori seperti fashion, elektronik, kebutuhan harian, makanan dan minuman, serta produk gaya hidup lainnya.

BINA Lebaran 2025 merupakan bagian dari program Belanja di Indonesia Aja yang diselenggarakan oleh HIPPINDO dan Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI), bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Acara ini akan berlangsung pada 14–30 Maret 2025 di lebih dari 400 pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia, termasuk gerai di stasiun dan bandara.