ASIAWORLDVIEW – Bitcoin saat ini bergerak di bawah resistensi utama USD96.500, tetapi di balik pergerakan harga yang terlihat tenang, pasar sedang menyimpan potensi lonjakan besar. Data dari liquidation heatmap Binance menunjukkan adanya zona likuiditas masif yang bisa memicu short squeeze dahsyat, mendorong harga Bitcoin hingga USD111.000. Dengan tekanan ini, apakah Bitcoin siap untuk reli besar, atau justru akan mengalami koreksi lebih dulu?
Analis kripto Kevin (@Kev_Capital_TA) mengamati heatmap likuidasi BTC/USDT, yang mengungkapkan adanya zona likuiditas besar, yakni kumpulan order yang dapat memicu pergerakan harga yang cepat.
Zona likuiditas ini besar di dua level kunci, yaitu YUSD91.000 atau ea yang sudah mulai tersentuh dan masih memiliki potensi pergerakan. Selain itu, UD111.000, berarti zona dengan likuiditas terbesar, yang dapat menjadi target utama kenaikan harga.
Baca Juga: Harga Bitcoin Menghadapi Situasi yang Sulit Diprediksi
Besarnya likuiditas di level atas ini berpotensi menciptakan tekanan beli yang kuat jika harga Bitcoin mulai naik dan mendorong likuidasi posisi short secara massal.
Heatmap likuidasi membantu mengidentifikasi di mana posisi trader dengan leverage kemungkinan besar akan dipaksa ditutup. Jika Bitcoin mencapai titik-titik ini, pasar dapat mengalami pergerakan cepat, baik naik maupun turun. Saat ini, jumlah likuiditas terbesar ada di level atas, yang menandakan potensi short squeeze, yaitu ketika trader yang bertaruh harga turun dipaksa menutup posisinya, yang justru semakin mendorong harga naik.
Dengan banyaknya likuiditas di USD111.000, ada kemungkinan besar bahwa Bitcoin bisa mencapai level ini dalam waktu dekat, terutama jika tekanan beli BTC terus meningkat.
