ASIAWORDVIEW – Jaringan blokchain tengah menjadi perbincangan banyak orang. Tekologi ini dapat memberikan layanan keuangan kepada populasi yang tidak memiliki rekening bank, memungkinkan mereka untuk berpartisipasi dalam ekonomi global.
Malikulkusno Utomo selaku Sekretaris Jenderal Aspakrindo – ABI, yang biasa dipanggil Dimas, menjelaskan, inklusivitas ini sangat penting untuk mempromosikan pembangunan ekonomi dan mengurangi ketidaksetaraan. Alasan-alasan ini menyoroti mengapa blockchain adalah masalah yang sangat penting dan bagaimana berpotensi untuk merevolusi berbagai industri dan aspek kehidupan.
“Teknologi blockchain menyediakan catatan transaksi yang tidak dapat diubah dan dapat diaudit, meningkatkan kepercayaan dalam transaksi digital” sebutnya dalam sebuah acara di Jakarta.
Dengan mengurangi perantara dan mempercepat proses transaksi, blockchain membantu menurunkan biaya dan meningkatkan efisiensi. Teknoloogi ini mulai diadopsi oleh industri keuangan.
Baca Juga: OJK Pastikan Keamanan dan Stabilitas Ekosistem Cyrptocurrency di Indonesia
“Bank dan institusi keuangan mulai mengadopsi teknologi blockchain untuk berbagai keperluan, termasuk cross-border payments, asset tokenization, dan lainnya. Jaringan ini juga yang digunakan dalam industry pasar asset digital,” ia menambahkan.
Decentralized Finance (DeFi) menawarkan layanan keuangan yang lebih inklusif dan transparan, menarik minat banyak investor dan pengguna di Indonesia. Pemerintah Indonesia telah mengakui pentingnya teknologi ini dan mulai mengembangkan regulasi yang mendukung perkembangan blockchain dan aset digital.
“Seiring dengan perkembangan ini, kita bisa berharap melihat lebih banyak inovasi dan adopsi teknologi blockchain di berbagai sektor di Indonesia. Kini, pemerintah mulai menaruh perhatian terhadap industry ini. Kami sangat mengapresiasi dengan langkah ini,” pungkasnya.
