ASIAWORLDVIEW – Pasar kripto kembali terkoreksi pada hari ini (5/2) ke level USD97 ribu setelah sempat menghijau di atas USD101 ribu pasca Presiden AS Donald Trump mengumumkan penundaan pengenaan tarif 25% AS untuk impor dari Meksiko dan Kanada selama 30 hari.
Analyst Reku, Fahmi Almuttaqin mengatakan faktor perkembangan kebijakan AS memiliki peran yang semakin signifikan saat ini dalam mempengaruhi dinamika yang terjadi di pasar investasi global seperti pasar kripto dan saham AS.
“Sementara dinamika dari faktor kenaikan tarif AS mungkin akan mereda dalam satu bulan ke depan, faktor lain mungkin akan berkembang. Wacana terkait cadangan Bitcoin nasional AS yang turut disinggung Sacks dalam pernyataannya hari ini menjadi salah satu sentimen yang berpotensi dapat berkembang jika Trump kembali menyatakan optimismenya terhadap proposal tersebut,” jelas Fahmi.
Baca Juga: OJK: Tingkatkan Literasi Keuangan terhadap Aset Kripto demi Kurangi Kerugian
Sementara itu, recovery yang terjadi di pasar saham AS masih berlanjut setelah pasar menilai respon China terhadap kenaikan tarif AS masih berada dalam tahap wajar. Terlebih Trump dikabarkan telah mempercepat jadwal pembicaraan terkait hal tersebut dengan presiden China Xi Jinping, yang diperkirakan akan berlangsung pada hari ini. Indeks pasar saham AS seperti Dow Jones yang sempat turun lebih dari 665 poin (-1,5%) pada hari Senin yang kemudian berhasil bangkit dan hanya ditutup melemah 122,75 poin (-0,28%) di 44.421,91 setelah pengumuman penundaan kenaikan tarif impor AS.
Posisi AS yang semakin dominan di pasar crypto turut memperbesar potensi dampak yang dapat dialami pasar crypto dalam setiap dinamika ekonomi dan politik yang terjadi di AS. Namun, tren yang ada masih cukup positif dengan potensi dieksekusinya kebijakan-kebijakan pro-crypto AS.
“Wacana AS untuk meningkatkan kepemilikan aset kriptonya dengan rencana seperti pembuatan digital asset stockpile, apabila dapat diwujudkan, akan menjadi katalis positif yang sangat kuat bagi pasar kripto di tahun ini,” tambahnya.
