IHSG Menguat, Sentimen Positif Bursa Asia Dorong Kenaikan

Ilustrasi pergerakan harga saham.

ASIAWORLDVIEW – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat (10/7/2026), dibuka menguat di zona hijau pada level sekitar 5.931–5.936. Angkanya naik sekitar 0,33–0,40% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Pergerakan ini menandai tren lanjutan positif setelah penguatan 0,67% pada sesi sebelumnya, dengan sebagian besar sektor saham mencatat kenaikan meskipun tekanan global masih terasa. Sepanjang perdagangan pagi, IHSG bergerak dalam rentang 5.927,29–5.949,99.

Nilai transaksi mencapai Rp671 miliar–Rp835 miliar dan volume lebih dari 1 miliar lembar saham. Dari sisi aktivitas, sekitar 328–332 saham menguat. Namun 129–135 saham melemah. Sisanya stagnan, menunjukkan dominasi sentimen positif di pasar.

Sektor yang menjadi penopang utama adalah barang baku yang naik 0,95%, diikuti sektor energi yang menguat 0,54% berkat kenaikan harga komoditas global. Sektor properti dan transportasi masing-masing naik 0,48%, sementara teknologi meningkat 0,25% seiring meningkatnya minat investor pada saham digital. Sebaliknya, sektor kesehatan dan infrastruktur terkoreksi tipis, masing-masing turun 0,06% dan 0,01%.

Baca Juga: IHSG Menguat, Kebijakan BI Jadi Penopang

Dari sisi faktor penggerak, sentimen positif datang dari bursa Asia yang kompak menguat. Hal ini termasuk Nikkei Jepang (+1,77%) dan Kospi Korea Selatan (+3,99%), sehingga memberi dorongan ke pasar regional.

Namun, pelemahan rupiah ke level Rp18.128/USD menjadi perhatian investor karena berpotensi mempengaruhi arus dana asing. Secara teknis, IHSG masih menguji resistance di 6.083–6.203, dengan support di 5.752–5.797. Ruang penguatan tetap terbuka jika sentimen global mendukung.

Analis merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati hari ini, antara lain BUVA (Bukit Uluwatu Villa) dengan strategi buy on Weakness, ICBP (Indofood CBP) juga Buy on Weakness, serta KLBF (Kalbe Farma) dengan rekomendasi trading buy. Selain itu, VKTR (VKTR Teknologi Mobilitas) masuk radar analis, bersama pilihan lain seperti BRMS, AMMN, CPIN, dan HRTA.

IHSG menunjukkan penguatan terbatas namun solid, dengan dukungan sektor komoditas, energi, dan properti. Sentimen positif dari bursa regional menopang pergerakan, meskipun pelemahan rupiah dan perdagangan global tetap menjadi risiko yang perlu diwaspadai investor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *